Beranda Metropolis

1.350 Mahasiswa Digembleng Bela Negara

BERBAGI
SINERGI: Rektor Uika Bogor Ending Bahruddin menggandeng Danlanud ATS Bogor Marsma TNI Irwan Is Dunggio untuk melaksanakan kegiatan pendidikan bela negara.

BOGOR– Komitmen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor meningkatkan kualitas terus terlihat. Kemarin (7/9) kampus yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) itu menggandeng Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor untuk menggembleng 1.350 mahasiswa barunya dengan pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan.

Danlanud ATS Bogor, Marsma TNI Irwan Is Dunggio menyampaikan terima kasih kepada UIKA Bogor yang memercayakan pihaknya untuk melaksanakan pendidikan bela negara. “Ini merupakan kehormatan bagi TNI Angkatan Udara.

Kami akan berupaya memberikan yang terbaik sesuai kemampuan, kewenangan dan dukungan. Baik tenaga pelatih, instruktur maupun sarana dan prasarana lainnya yang diperlukan dalam pendidikan bela negara,” ujar dia dalam sambutannya.

Dia yakin, dengan pembekalan pendidikan bela negara, bisa mewujudkan kesadaran bela negara bagi setiap warga negara Indonesia, khususnya mahasiswa UIKA. Sehingga mereka bisa memiliki tekad dan semangat, dalam menjamin kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Bela negara bukanlah domain TNI saja, tetapi tanggung jawab semua warga negara sebagai komponen bangsa. Secara fisik, wujud bela negara memang dapat diartikan dengan mengangkat senjata, menghadapi serangan atau agresi musuh.

Namun, secara nonfisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme,” ucapnya.

Irwan juga mengungkapkan perlu adanya sosialisasi secara berkesinambungan kepada seluruh warga negara, terutama generasi muda. Sehingga, mereka nantinya mempunyai pemahaman yang sama bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 27 ayat 3.

Senada, Rektor UIKA Bogor Ending Bahruddin menekankan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme kepada mahasiswanya.

“Sekarang ini saya khawatir, generasi muda sudah banyak terkontaminasi, bisa jadi mereka sekarang ini tidak paham apa itu nasionalisme. Makanya, kita bekerja sama dengan Lanud ATS,” ucapnya.

Apalagi, menurut Ending, tempatnya lebih kondusif dan mendukung untuk menumbuh­kan rasa nasionalisme mahasiswa. Serta, dengan adanya kerja sama Lanud ATS dapat menghindari adanya perpeloncoan.(cr1/c)

Baca Juga