Beranda Berita Utama

YLKI Minta Aturan Khusus

JAKARTA–Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsih mengungkapkan bahwa aduan mengenai permasalahan transaksi kartu terbilang jarang. YLKI juga belum pernah menerima aduan konsumen yang mengalami kerugian karena dua kali gesek kartu (double swipe).

Rata-rata ritel modern maupun penyedia layanan transaksi kartu sudah memiliki sistem layanan keluhan pelanggan tersendiri. “Pelanggan biasanya langsung komplain ke penyedia layanan,” katanya.

Meski demikian, bukan berarti transaksi kartu sepenuhnya aman. Ada beberapa laporan yang cukup menjadi perhatian YLKI. “Ada pelanggan yang mengalami dobel transaksi, padahal ia merasa cuma satu kali,” kata Sularsih.

Ada juga konsumen yang setelah melakukan transaksi mendapati bahwa kartu kreditnya telah ter-skimming (tersalin) dengan sempurna. Data-data dalam kartu kredit tersebut pun bocor ke pihak lain. Ada juga aduan seorang pelanggan yang setelah melakukan transaksi kartunya telah ditukar dengan kartu ATM palsu.

Untuk itulah, kata Sularsih, selain melakukan pelarangan, BI perlu membuat literasi khusus kepada para pengguna kartu ATM maupun kartu kredit. Kalau diperlukan, dibuat sebuah standard operation prochedure (SOP) khusus. “Yang paling penting, pelanggan harus melihat secara langsung petugas kasir menggesekkan kartunya,” ujarnya.

Menurut Sularsih, ancaman bocornya data sensitif konsumen pada transaksi kartu kredit bukanlah omong kosong. Bisa dilakukan dengan berbagai macam cara termasuk double swipe. Untuk itulah, perlu kejelian dan kewaspadaan pemegang kartu. Setiap bukti transaksi harus dicek kembali. “Kalau nunggu sms dari bank kan biasanya lama, kalau ada masalah, uang sudah kadung hangus,” pungkasnya.(tau)

Baca Juga