Beranda Metropolis

Ramai-ramai Bakar Sabu dan Ekstasi

BERBAGI

BOGOR–Asap hitam membubung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor kemarin (6/9). Meski tidak banyak, baunya cukup menyengat dan membuat pernapasan tidak nyaman. Asap itu merupakan hasil pembakaran barang bukti narkoba oleh Kejari Bogor.

Pemusnahan barang bukti rampasan narkoba, psikotropika dan obat terlarang itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Kota Bogor, M Teguh Darmawan. “Pemusnahan barang bukti ini mayoritas berasal dari pemakai (user) yang telah mendapatkan keputusan inkracht (berke­kuatan hukum tetap) dari penanganan 160 perkara yang diakumulasikan sejak November 2016 hingga Juli 2017,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas narkotika dengan rincian; ganja seberat 10.845,3484 gram, sabu-sabu 522,6086 gram, dan ekstasi sebanyak 35 butir. Sedangkan untuk psikotropika dan obat-obatan terlarang, terdiri atas 20.528 butir, 115 strip, 84 bungkus, 15 dus, dan 23 botol. Turut dimusnahkan pula bukti-bukti lainnya seperti handphone, senjata tajam (sajam), senjata api, kunci leter T, timbangan digital.
“Semuanya dimusnahkan dengan cara dibakar, ada juga yang dipotong,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menambahkan, pemusnahan barang bukti narkoba merupakan bukti keseriusan polisi, kejaksaan, dan Pemkot Bogor dalam menangani permasalahan narkoba di Kota Hujan. “Kita paham bah­wa narkoba sudah menjadi sebuah penyakit yang sudah luar biasa. Bukan sekadar mengganggu pribadi saja, tapi akan meng­gang­gu keberlang­sungan bernegara,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, pemkot akan membentuk Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) sebagai solusi mengatasi permasalahan narkoba di Kota Hujan. Sejauh ini, syarat-syarat pengajuan pembentukan lembaga tersebut telah dipersiapkan oleh pemkot.

“Ada tiga syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, di antaranya, penyediaan lahan di atas 1.000 m, itu sudah kami siapkan. Kemudian, kami juga telah membentuk tim untuk melakukan studi banding ke beberapa daerah yang terlebih dulu telah membentuk BNNK. Kami juga sudah sepakat dengan Kapolresta akan didukung dua orang personel dari kepolisian untuk dijadikan ketua,” tukasnya. (pkl5/c)

Komentar Anda