Beranda Ekonomi

Perkembangan Warung Muslimah ala Ipemi

BERBAGI
BERKEMBANG: Warung Muslimah yang digagas Ipemi terus berkembang.

Program Warung Muslimah dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) terus berkembang pesat. Di Bekasi, saat ini sudah ada 30 Warung Muslimah. Program itu merupakan salah satu dari kegiatan Gerakan Muslimah Membangun. Seperti apa perkembangannya?

Dengan tujuan mengupayakan pemberdayaan ekonomi umat, serta salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi rakyat. Serta dapat memberikan kontribusi dalam hal meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan.

Warung Muslimah Ipemi hadir untuk mendorong tegaknya ekonomi dan ketahanan keluarga. Bukan hanya kepada kaum ibu saja, tetapi juga suami dan anak-anaknya.
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengapresiasi Ipemi Cabang Bekasi yang sudah mendirikan 30 Warung Muslimah dan diresmikan di Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi. Setelah Ipemi Makassar, Bandung, Palembang dan daerah-daerah lain yang sudah meresmikan Warung Muslimah lebih dulu.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu hingga terlaksananya pembentukan warung-warung muslimah Ipemi di berbagai daerah. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ingrid berharap program Warung Muslimah di Bekasi yang baru saja diresmikan dapat ditindaklanjuti dalam hal pembinaan. Seperti berupa bantuan modal baik dari pemerintah,perbankan, dan CSR perusahaan.

Warung Muslimah Ipemi Bekasi adalah hasil kerja sama antara Ipemi, Pemda Bekasi serta BPRS Patriot (Bank Pengkreditan Rakyat Syariah) Patriot. Juga, ada MoU untuk pemberian modal khusus bagi para pelaku UKM di Bekasi.

”Ipemi menyadari begitu banyak tantangan yang dihadapi. Khususnya semakin meningkatnya persaingan. Tentunya, persaingan tersebut di satu sisi akan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Peningkatan produk dalam arti kata kebersihan, tampilan warung yang harus dijaga, serta produknya yang harus dijamin halal,” jelasnya.

Terkait pelayanan adalah ketepatan, kecepatan serta lingkungan yang harus nyaman. Agar tidak terlampau jauh kondisinya dengan toko-toko retail modern lainnya. ”Hingga semua ini akan mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja serta menurunkan tingkat kemiskinan,” pungkasnya.(dai)

 

Komentar Anda