Beranda Metropolis

Melihat Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa STTP Bogor

BERBAGI

SERIUS: Para mahasiswa STTP Bogor digembleng langsung prajurit TNI dari Pusdikzi Bogor.

Sebanyak 200 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Cibalagung Bogor mulai mengikuti pendidikan tahun ajaran baru 2017/2018, kemarin (5/9). Diawali dengan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama) yang berlangsung sejak 4 hingga 16 September mendatang.

Ketua Panitia Mabidama 2017/2018, Usep Rizab menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru dan seleksi mahasiswa baru 2017/2018 terdiri atas tiga jalur. Yaitu PMB, jalur undangan untuk siswa berprestasi dari SMKPP di bawah binaan Kementerian Pertanian, jalur tugas belajar bagi pegawai negeri sipil (PNS), dan jalur umum atau ujian bagi lulusan siswa SMA sederajat.

“Karena STPP ini pendidikan vokasi, lebih banyak praktiknya, sehingga mahasiswa yang lulus siap bekerja, dibuktikan dengan PKL yang selama kuliah berlangsung hingga tiga kali dan ditambah KIPA, itu untuk di bidang akademiknya,” jelas Usep.

Sebelum masuk masa pendidikan, seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti Mabidama. Tujuannya, tak lain untuk meningkatkan kedisiplinan, karena kelak mahasiswa akan hidup di asrama dengan peraturan juga kedisiplinan yang tinggi. “Maka sebelum masuk ke perkuliahan, dibimbing dulu selama kurang lebih dua minggu,” ucapnya.

Selama tiga hari proses Mabidama, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan kegiatan akademik, tapi juga kedisiplinan berupa latihan baris berbaris, tata cara upacara dan tata tertib di asrama yang dilatih langsung oleh petugas dari Pusdikzi TNI AD. “Kami juga mengadakan kuliah motivasi, agar mahasiswa merasa lebih mencintai STPP. Mahasiswa juga akan diberikan pengetahuan dasar kepramukaan,” jelas Usep.

Bukan hanya itu, karakter mahasiswa juga akan dibentuk selama dua hari berturut-turut melalui outbound. Kemudian dilanjutkan dengan Mabidama jurusan yang dilakukan di masing-masing lokasi. “Untuk mahasiswa pertanian ada 110 orang. Semen­tara, Mabidama jurusan­nya dilakukan di Cibala­gung, sementara sisanya, 90 orang di Cinagara,” tandasnya. (wil/c)

Komentar Anda