Beranda Metropolis

Jauh Dekat Rp6.500

BERBAGI
BAKAL TIDAK TERIMA UANG TUNAI: Per 31 Oktober mendatang, ruas jalan tol di seluruh Indonesia termasuk tol yang dikelola PT Marga Sarana Jabar akan menerapkan pembayaran uang elektronik. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR–Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya integrasi sistem pembayaran tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) bakal diberlakukan pekan ini. Hal tersebut menyusul telah rampungnya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tentang penetapan tarif dan perubahan sistem transaksi pembayaran tol pada jalan tol pertama di Indonesia ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, penerapan sistem pembayaran terintegrasi tersebut rencananya bakal diberlakukan pekan ini. “Rencananya tanggal 8 (September),” ujarnya.

Tarif yang diberlakukan nantinya bakal sama meskipun jaraknya jauh maupun dekat. Artinya, pengguna yang masuk ke tol Jagorawi tak lagi dihitung lewat kilometernya, tetapi langsung diberlakukan satu tarif, tak melihat jarak tempuhnya.

Adapun tarif yang akan diterapkan, untuk golongan I nantinya akan menjadi Rp6.500, golongan II menjadi Rp9.500, golongan III menjadi Rp13.000, golongan IV menjadi Rp16.000, dan golongan V menjadi Rp19.500. “Itu tarif sekali masuk. Jauh dekat sama,” ungkap Herry.

Sistem transaksi pembayaran pun berubah dari semula tertutup menjadi terbuka atau satu kali transaksi untuk ruas jalan tol Jagorawi. Hal ini membuat pengguna jalan dari arah Jakarta menuju Bogor/Ciawi atau sebaliknya hanya diminta membayar di gerbang keluar, sementara Gerbang Tol (GT) Cimanggis Utama ditiadakan.

Pengumuman terkait rencana penyesuaian tarif dan perubahan sistem transaksi pembayaran ini sendiri dijadwalkan hari ini (5/9) oleh Jasa Marga di Kementerian PUPR.  Oktober, Bayar Tol tak Lagi Uang Tunai.

Masyarakat Kota Hujan harus mulai membiasakan diri bertransaksi nontunai (cashlees) saat menggunakan layanan jalan tol. Mulai 31 Oktober pemerintah menerapkan transaksi elektronik di semua ruas tol. Tak terkecuali, tol yang dikelola PT Marga Sarana Jabar (MSJ).

Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo menuturkan, sudah menjadi keputusan nasional bahwasanya seluruh transaksi di gardu tol akan menggunakan uang elektronik (Unik). “Kami sudah persiapkan 12 gardu untuk semua bisa transaksi uang elektronik, yaitu dengan memasang reader untuk nge-tap.

Dari reader itu bisa langsung memotong saldo kartu sesuai dengan tarif tol,” ujar Hendro, kemarin (4/9).

Dia percaya, dengan transaksi elektronik dapat menekan kemacetan di gardu tol. Sebab, berdasarkan hitung-hitungan mereka, dengan transaski uang elektronik yang hanya satu detik dapat mereduksi waktu 70 persen yang dihabiskan ketika membayar secara manual.

“Kalau pembayaran manual ada jeda waktu untuk menunggu uang kembalian. Beda dengan uang elektronik yang hanya butuh waktu 1 detik, lebih baik dari sebelumnya yang membutuhkan waktu 3 detik,” imbuhnya.

Dikatakannya, dengan adanya gardu tol otomatis (GTO), pihaknya tidak harus menyiap­kan uang kembalian. Sebab, berapa pun nominal yang ditransaksi langsung mereduksi uang yang ada di Unik.

Semisalnya Rp6.000 maka langsung Rp6.000 yang tersedot. Berbeda dengan masih manual, jika pengguna memberikan Rp10.000, maka harus dikembalikan Rp4.000.

“Kita sudah sampai 28 persen penggunaan Unik, dari 45 ribu kendaraan. Nah, 31 Oktober, ya 100 persen. Tapi tetap ada transisi satu bulan, semisalnya ada sopir truk yang belum tahu, kan dari jauh, tidak punya kartu, kita persilakan beli dulu,” tukasnya.(wil/c)

Baca Juga