Beranda Metropolis

Puncak Hujan Pertengahan September

BERBAGI

BOGOR–Sejak beberapa pekan lalu, sebagian wilayah di Kota Bogor tengah dilanda kekeringan. Namun, kondisi ini diperkirakan akan berakhir dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, menginjak bulan September Kota Bogor me­masuki musim hujan.

Seperti data yang dirilis oleh Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor. Kota Bogor akan mema­suki musim hujan bertepatan dengan bulan September. “Tinggal tunggu dua atau tiga hari lagi akan musim hujan,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Budi Suhardi.

Dia mengatakan, sifat intensitas hujan Kota Bogor akan berada di kategori hujan normal. Meski belakangan jarang terjadi hujan, tapi berdasarkan hasil analisis, selama Juli–Agustus Kota Bogor sama sekali tidak terjadi kekeringan. Kota Bogor malah tergolong wilayah kategori basah hingga sangat basah. “Karena, Kota Bogor merupakan salah satu wilayah yang tetap terjadi potensi hujan meskipun tengah dilanda musim kemarau,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menganggap selama musim panas membawa dampak negatif bagi warga Kota Bogor. Pasalnya, hingga kini sebagian warga Kota Bogor masih ketergantungan dengan debit air sungai untuk dikonsumsi melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Karena kita sangat tergantung pada mutu air baku yang bersumber dari sungai, maka kendalanya adalah debit sungai itu sendiri. Dan itu sangat tergantung cuaca. Kalau kemarau panjang, maka penghematan menjadi kata kuncinya,” terangnya.

Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum memiliki solusi terkait hal tersebut. Hanya, ada sebuah konsep pemanfaatan danau di dua wilayah Kota Bogor untuk digunakan sebagai penam­pung air bersih.

Danau tersebut berlokasi di Situ Gede Kecama­tan Bogor Barat dan Bogor Raya di Kecamatan Bogor Utara. “Itu akan dijadikan wadah penam­pung air. Beberapa waktu ke depan akan ada rapat koordinasi juga dari PDAM,” kata Usmar.

Namun, upaya tersebut baru bisa digunakan untuk ma­syarakat di sektiar danau, se­hingga belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.(rp1/c)

Komentar Anda