Beranda Ekonomi

Pasokan Lancar Tahan Harga Libur Panjang

BERBAGI

JAKARTA–Sepanjang masa libur Idul Adha, harga kebutuhan pangan tak menunjukkan adanya gejolak signifikan. Meski para pedagang menyebut ada peningkatan permintaan, harga cenderung tetap dan naik turun tipis. Hal tersebut disinyalir karena arus distribusi dan pasokan sedang baik. Sehingga tidak memunculkan kelangkaan di pasar-pasar, khususnya di Jakarta.

Misalnya, untuk komoditas seperti kentang yang berkisar Rp16.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai pedagang masih tergolong wajar dibandingkan hari-hari biasa di luar masa Idul Adha.

”Kentang termasuk yang paling banyak dicari pas Idul Fitri maupun Idul Adha. Harga Rp16.000 normal karena kalau lagi tinggi bisa Rp18.000 per kilogram,” ujar Tri (36) salah satu penjual sayur di Pasar Minggu.

Komoditas lain seperti bawang dan cabai, jika dibandingkan harga rata-rata bulanan memang normal. Namun, pedagang menyebut dua hari terakhir, sampai Sabtu (2/9) ada kenaikan tipis di dua komoditas tersebut.

Di Pasar Kebayoran Lama, harga bawang merah naik antara Rp500-700 menjadi Rp31.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai merah besar dan cabai keriting, naik antara Rp300-500 per kilogram.

”Naik tipis karena sebelumnya sempat turun. Kalau bawang merah batas rata-ratanya sekitar Rp32.000 per kilogram. Ini naik karena banyak yang cari aja,” ujar Said (44) salah satu pedagang di Pasar Kebayoran Lama.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menjelaskan, pergerakan harga beberapa komoditas terpantau dalam kondisi aman. Pihaknya menilai pasokan yang lancar menjadi alasan harga dapat bertahan. ”Sejauh ini kondusif. Tidak ada laporan khusus dari teman-teman pedagang di lapangan. Jadi, pemerintah juga tidak perlu melakukan operasi pasar,” ujar Mansuri.

Kendati demikian, ada beberapa komoditas yang diprediksi masih berpotensi naik turun karena permintaan yang tinggi. Salah satunya harga ayam potong.

Berdasarkan pengakuan pedagang di Pasar Palmerah, harga ayam naik sekitar Rp500 menjadi Rp33.000 per kilogram. Sementara untuk komoditas daging, harga tak banyak menunjukkan fluktuasi. Harga daging bertahan di kisaran Rp120.000 per kilogram.

Masih sama dengan kondisi pasca Idul Fitri lalu. ”Kalau hari H Idul Adha Jumat lalu, harga malah sempat turun karena stok banyak,” ujar Toha (29) salah satu pedagang daging di Pasar Palmerah.

Sebelumnya, pihak Kementerian Perdagangan sempat mengatakan bahwa pihaknya memang memproyeksikan tidak ada kenaikan harga di pasar selama masa libur Idul Adha. ”Harga masih terkendali. Bahkan dari laporan beberapa harga komoditas yang turun, bawang merah turun, bawang putih turun, cabai turun,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti.

Mengenai pasokan, Tjahya menuturkan, suplai komoditas selama Idul Adha juga aman. Mulai komoditas beras, cabai, bawang dan aneka sayuran.(agf)

Baca Juga