Beranda Berita Utama

Pemulangan Haji Mulai 6 September

BERBAGI

MINA–Petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mina fokus pada penyelematan jemaah setelah melakukan ibadah melempar Jamarat aqob. Suhu ruangan yang mencapai 40 derajat membuat jemaah rawan mengalami kelelahan dan dehidrasi. ”Pos KKHI yang berada di bibir terowongan Maosim sebagai pintu keluar masuk jemaah menuju lokasi Jamarat, jadi tidak hanya melayani jemaah haji Indonesia saja,” kata Ketua KKHI Mina, dr. Ika Nurfarida Sholeh.

Jemaah harus menempuh perjalanan sepanjang 7 kilometer dengan berjalan kaki. Menurut Ika, tim kesehatan selalu menyisir dan berputar setiap 30 menit sekali. ”Tim ini mengamankan jemaah yang kelelahan dan berjatuhan karena terkena sengatan panas dalam perjalanan pulang atau pergi melempar jamarat,” katanya.

Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jemaah haji Indonesia, khususnya yang lanjut usia (lansia) dan memiliki risiko tinggi (risti) untuk tidak memaksakan diri melakukan lontar jumrah. Menag meminta para petugas kloter serta ketua rombongan dan ketua regu untuk memberikan pemahaman kepada mereka.

”Jadi, demi keselamatan jiwa, sebaiknya lontar jumrah diwakilkan kepada jemaah lain. Karena menurut ketentuan syari itu juga dimungkinkan, mengingat kondisi Jamarat yang luar biasa padatnya,” katanya.

Lukman Hakim mengaku sebagian jemaah ada yang merasa kalau tidak melontar jumrah secara langsung maka gugur hajinya. Sementara pelaksanaan lempar jumrah bakal berlangsung sampai besok (4/9). Setelah itu masuk fase pemulangan jamaah haji dari Jeddah ke Tanah Air pada 6 September.(jp)

Komentar Anda