Beranda Female

Mengenalkan Rasa Peduli pada Anak melalui Kurban

BERBAGI

Dua hari lagi umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut hari raya kurban. Banyak hikmah yang terkandung dalam ibadah yang identik dengan keluarga Nabi Ibrahim tersebut. Momen ini bisa menjadi kesempatan orang tua menanamkan kepedulian dan keikhlasan pada anak sejak dini.

IDUL Adha biasanya identik dengan penyembelihan hewan ternak seperti sapi, kambing atau kerbau. Anak-anak juga biasanya senang melihat hewan-hewan tersebut, sehingga bagi sebagian besar anak-anak Idul Adha selalu dimaknai dengan potong-potong daging kambing atau sapi, lalu dibuat sate dan dimakan ramai-ramai.

Nah, melalui kesempatan ini, anak bisa dikenalkan dengan ibadah kurban sejak masih kecil. “Banyak konsep dan filosofi yang terkandung dalam ibadah kurban. Sejak dini bahkan sejak masih bayi, ananda bisa diajak untuk ikut salat Id, me­ngunjungi hewan kurban, mem­perkenalkan hewan-hewan yang akan dikurbankan (biasanya kambing dan sapi),” ujar psikolog N. Sainstiani Syarief, M.Psi.

Kata psikolog yang akrab disapa Tia ini, secara bertahap, orang tua dapat mengajarkan konsep ikhlas, atau berbagi dengan yang tidak mampu. Anak yang sudah SD bisa diajarkan menyisihkan uang sakunya untuk kemudian berkurban atas nama sendiri. “Terangkan bahwa keikhlasan atas berkurangnya tabungan kita akan diberi pahala yang berlipat oleh Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut Tia menegaskan bahwa intinya, pada ananda perlu diajarkan bagaimana menyisihkan rezeki yang kita punya. Kalau ananda mau me­nyi­sihkan uang sakunya dan membantu mem­beli hewan kurban akan lebih baik. “Selain itu, kenalkan bahwa daging merupakan barang mewah bagi orang lain. Tidak semua orang bisa makan daging sesering mereka mau. Dengan menyisihkan uang saku dan memberi pengertian mengenai hakikat berkurban, akan tumbuh rasa pedulinya terhadap orang lain,” tandasnya.(pia)

Komentar Anda