Beranda Berita Utama

Target Miliki 12 Kapal Selam

BERBAGI
CANGGIH: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi didampingi Panglima Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto menyambut kedatangan kapal selam diesel elektrik KRI Nagapasa- 403 dari Korea Selatan di Armada Kawasan Timur Surabaya kemarin (28/8).

SURABAYA–Setelah berlayar dari Korea Selatan menuju Indonesia tanpa transit, KRI Nagapasa-403 resmi menjadi bagian dari TNI-AL. Kapal selam ketiga yang dimiliki Indonesia itu tiba di Dermaga Satuan Kapal Selam Koarmatim Surabaya pukul 10.00. Kapal tersebut disambut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi.

Selain jajaran petinggi TNI, KRI Nagapasa-403 disambut jalasenastri dan anggota keluarga awak kapal tersebut. Mereka sudah 14 bulan terpisah. Ya, kru Nagapasa sudah berada di Korea sejak Juni 2016. Mereka belajar memahami perangkat kapal yang hasil kerja sama dua negara tersebut.

Karena itu, wajar jika teriakan muncul saat kapal muncuk di permukaan menuju ke Dermaga Satuan Kapal Selam. Tepuk tangan riuh dari pengunjung mengiringi kapal yang perlahan merapat ke dermaga.

Setelah merapat sempurna, Komandan Kapal Letkol Laut (P) Harry Setyawan menghadap Kasal Laksamana TNI Ade Supandi. Dia melaporkan perjalanan 17 hari dari Korea Selatan menuju Indonesia telah selesai. Setelah menerima laporan, Ade yang didampingi Panglima Armatim Laksamana Muda TNI Darwanto dan pejabat tinggi TNI lainnya meninjau kapal tersebut.

Secara keseluruhan, interior KRI Nagapasa-403 hampir sama dengan dua kapal selam lainya. Hanya, perangkat yang diperguna­kan berbeda. Misalnya sistem pengawasan baterai. Data tersebut tampak di monitor. Dengan begitu, perwira jaga (paga) tidak perlu teriak atau bertanya kepada kru. Cukup melihat pada monitor tersebut.

Ade mengatakan bahwa kemampuan Nagapasa cukup untuk membantu TNI-AL mengamankan perairan laut Indonesia. ”Operasi bisa semakin maksimal,’’ katanya.
Dia mengatakan dua kapal pesanan Indonesia masih dalam pengerjaan. Satu kapal dikerjakan di Korea Selatan dan akan tiba di Indonesia akhir tahun. Lalu sisanya dikerjakan di PT PAL dan dijadwalkan akhir 2018. ”Total akan ada LIMA kapal selam,’’ katanya.

Perwira tinggi dengan empat bintang di pundak itu mengatakan Indonesia sangat butuh kapal selam. Letak geografis Indonesia terdiri dari kepulauan. Di wilayah timur, termasuk perairan dalam. Karena itu, butuh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang beroperasi di bawah air. ”Kami menargetkan ada 12 kapal selam yang beroperasi di perairan laut Indonesia,’’ ujarnya.(riq)

Komentar Anda