Beranda Metropolis

Mengenal Para Atlet Ironman Bogor

BERBAGI
IRONMAN BOGOR: (Kiri-kanan) Rodrick Luhur atlet renang, Adi Jukardi atlet sepeda, dan Wowo atlet lari. Ketiganya berhasil menaklukkan ajang Ironman 70.3 di Bintan Kepulauan Riau.

Minggu (20/8) lalu, BintanKepulauan Riau diserbu oleh lebih dari 1.200 atlet triathlon dalam ajang Ironman 70.3 Bintan 2017. Ajang manusia super itu mempertemukan atlet nasional maupun internasional.

Namun siapa sangka, di antara ribuan pesertanya ada tiga atlet Kota Bogor yang ikut serta, hingga masuk 10 besar, bahkan tiga besar. Mereka adalah Rodrick Luhur (20), Adi Jukardi (30), dan Sugoro Finardo Putro (40) atau yang biasa disapa Wowo.

Laporan: WILDA WIJAYANTI

Keikutsertaan mereka di ajang olahraga kombinasi renang (1,9 km), sepeda (90 km), dan lari (21 km) tersebut, berawal dari komunikasi intens ketiganya sedari Februari silam. Mereka saling berbagi soal spesialisasi olahraga masing-masing. Rodrick dengan berenangnya, Adi lewat sepedanya, dan Wowo dengan olahraga larinya. Bahkan, Wowo menjadi salah satu pelari Kebun Raya Bogor (KRB) 200 K “Awalnya kami hanya ikut ajang-ajang triathlon lokal biasa saja. Barulah di 20 Agustus kemarin, ikut Ironman. Di Indonesia hanya ada di Bintan.

Untuk berenang itu jaraknya 2.000 meter, sepeda 90 km, lalu lari 21 km. Masuk kategori umur, yang dinilai kecepatan waktu dan ini olahraga individual,” beber Rodrick.

Ironman sendiri, sambung Rodrick, bukanlah olahraga biasa. Meski dasarnya adalah triathlon, tapi lebih dari sekadar itu. Layaknya F1, Ironman pun memiliki series-series tertentu. Seperti di Desember nanti, ketiganya akan bertolak ke Australia untuk mengikuti ajang serupa. “Kami mewakili Indonesia, atas nama Sagara Triathlon. Di Bogor, masih baru memang di Indonesia. Tapi di kota-kota besar, Bandung, Jakarta, dan Bali berkembang sekali,” jelas dia.

Rodrick mencontohkan, dirinya yang atlet renang pun kerap merasa bosan. Sebagai atlet tentulah ingin tantangan baru. Maka berpindahlah ke triathlon. Jadi, cross training.

Selain berprofesi sebagai atlet renang, tapi untuk hobi lainnya bisa berpindah ke lari dan sepeda.

“Jadi, masing masing olahraga saling korelasi dan berelasi antara satu dengan lainnya. Nah, di ajang Ironman ini, semua masuk 10 besar di kategori masing-masing. Khusus Adi, dapat trofi karena masuk di tiga besar. Di ajang tersebut seluruhnya biaya sendiri. Tapi setelah hasil kemarin, kami mendapatkan sponsor untuk ajang yang sama di Australia,” urainya.

Targetnya di Ironman Australia, sambung Rodrick, bagaimana mendapatkan sertifikat All World Athlete (AWA). Jika mendapatkan sertifikat tersebut, maka daftar di mana saja akan mendapatkan privilege.

“Untuk sementara kami masih newbie, untuk mendapatkan sertifikat itu harus konsisten, isalkan di 10 besar. Kalau kami sih motivasinya bukan menang atau kalah, tapi bagaimana mengalahkan ketakutan kita sendiri.

Kalau orang biasa, mungkin bilangnya gila ngapain sih pendaftaran mahal-mahal, Rp5 juta, dan mau disiksa. Tapi bagi kami, berkesempatan untuk menaklukkan yang orang enggak bisa, nyatanya bisa,” tegasnya.(*/c)

Komentar Anda