Beranda Nasional

Kominfo Blokir Enam Ribu Situs

BERBAGI

Jakarta–Sekitar 6.000 situs internet telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sikap tegas tersebut dilakukan karena situs terkait penyebaran hal negatif.

“Yang dominasi pornografi. Kedua hoax, ujaran kebencian, judi, penipuan, radikalisme,” ujar Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani di kantor pusat Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8)

Ia mengatakan, jumlah situs yang diblokir mengalami peningkatan. Peningkatan blokir situs tersebut, menurut Semuel, sangat relatif.

“Kalau dari Januari itu tinggi, 5.000 (situs diblokir) untuk ujaran kebencian dan fitnah, hoax, lalu Februari turun dan Maret turun lagi. April turun dan Mei tiba-tiba muncul lagi, nggak tahu ada apa itu, abis itu turun lagi. Kemarin itu kami lihat ada kenaikan juga. Berarti, naik turun tergantung isunya,”tuturnya.

Le­bih lanjut ia mengatakan, Kominfo punya cara mengidentifikasi situs-situs yang dianggap melanggar. Untuk situs apa yang telah diblokir, Semuel mengatakan Kominfo pasti mengumumkannya.

“Tiap hari ada situs yang diblokir, ada account yang diblokir, tiap hari ada laporanya, di websitenya ada data-datanya. Sekarang itu setiap memblokir di-publish. Ada laporan habis itu kita konsultasikan, habis itu kita lakukan cyber patroli,” katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menjadi korban hoax. JK dikabarkan terserang stroke dan akan dibawa ke Singapura. Kemarin, kabar yang berembus kencang sejak Kamis (24/8) hingga Jumat (25/8) itu dibantah Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO).

“Itu nggak benar, orangnya, Pak JK-nya sehat-sehat aja kok,” ucap OSO diwawancarai usai silaturahmi dan pengukuhan Gebu Minang DPW Kalbar serta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di halaman Hotel Grand Mahkota, Pontianak, Sabtu (26/8).

Dilansir Jawa Pos (Grup Radar Bogor), informasi JK yang sakit tersebut muncul bersamaan dengan gambar rombongan pejabat Istana Wapres di Bandara Halim Perdana­kusuma. Dalam gambar itu terlihat Juru Bicara Wapres Husain Abdullah dan Paspampres yang biasa mengawal JK. Sebagian besar di antara mereka mengenakan jas dan berdiri di dekat pesawat jet pribadi.

Pesawat itulah yang dipersepsikan menjadi kendaraan bagi JK untuk berobat. Foto dan informasi tersebut tersebar di kalangan wartawan, bahkan sampai keluar negeri.

OSO menegaskan bahwa informasi yang tidak benar tersebut berdampak buruk bagi JK. “Kenapa sampai muncul kesan-kesan yang seperti itu, dan itu merugikan nama baik pak JK,” tutur tokoh Kalbar ini.

Ia menyampaikan, masyarakat resah dan bertanya-tanya terkait pemberitaan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Sehingga, penyebar berita bohong itu harus segera diselidiki kemudian ditindak. “Aparat penegak hukum harus bertindak cepat, cari pelakunya sampai dapat,” tandas OSO.

Kepada Jawa Pos, JK sendiri menyatakan tidak nyaman dengan kabar bohong itu. Apalagi setelah banyak orang yang menelepon Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohammad Oemar, dan ajudan JK. Hingga Jumat, ajudan JK menerima setidaknya 12 telepon yang ingin memastikan kabar tersebut.

“Bayangkan, Dubes Singapura langsung telepon ke Pak Oemar. Atasenya juga telepon ke ajudan, sama-sama angkatan udara. Eh, bagaimana bapak (JK)? Dubes mau atur penerimanya, dia mau atur rumah sakitnya,’’ ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jumat siang (25/8).(net)

Komentar Anda