Beranda Berita Utama

Meriahnya Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017, di Bandung

BERBAGI
KIRI-KANAN: Kepala Staf Kepresidenan Teten Mazduki, Ketua Panitia Bulan Kemerdekaan Nasional Pratikno, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan budayawan Aat Soeratin pada konferensi pers Karnaval Kemerdekaan di Bandung, kemarin (25/8).Sofyansyah/Radar Bogor

Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat terpilih menjadi tuan rumah Karnaval HUT ke-72 Republik Indonesia. Seniman dan budayawan dari penjuru Tanah Air akan menampilkan karyanya dalam balutan tema “Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama” hari ini. Berbagai persiapan pun dilakukan, seperti dilaporkan wartawan Radar Bogor Muhammad Aprian Romadhoni.

PEMILIHAN Kota Kembang sebagai lokasi karnaval bukan tanpa alasan. Bandung terkenal dengan seni dan inovasinya yang membuat panitia kepincut untuk menggelar karnaval di tanah pasundan.

Dalam acara ini, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sedianya tampil mengenakan baju tradisional khas Sunda.

Adalah Deden Siswanto, perancang busana khas Sunda yang mendapat kehormatan membuat busana untuk sang kepala negara. Untuk Presiden Jokowi, Deden menyiapkan khusus sepatu sandal bustong yang dibuat oIeh perajin Tasik­malaya. Sepatu sandal ini biasa dipakai sebagai perlengkapan pakaian adat.

“Bapak presiden juga pakai totopong menak Sunda, sandalnya trompah. Kainnya sendiri motif­nya ini ada dua. Yang dipilih asal Garut. Presiden yang memilih. Kalau Ibu Negara pakai kelom geulis yang juga dibuat oleh perajin Tasikmalaya,” ujar Deden didampingi Artistik Kepresidenan, Olga Lidya, kepada Radar Bogor di Hotel Best Western, Bandung, kemarin (25/8).

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengenakan ikat kepala dari Komunitas Iket Selendang Sunda. Sang ketua komunitas, Kang Agus Roche Efendi, akan membantu pengenaan ikat khusus ini. “Membuat dua pilihan, model Makuta Skinatria atau Darma Kusuma,” timpal Olga.

Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 juga bakal dihadiri sejumlah menteri, Gubernur Jawa Barat, dan Wali Kota Bandung. Beragam unsur kebudayaan ditampikan, mulai Tanah Rencong Aceh sampai timur Papua.

Ketua Panitia Bulan Kemerdekaan Nasional, Pratikno, mengatakan bahwa presiden dan ibu negara akan ikut berpartisipasi sebagai peserta karnaval dengan menaiki Kereta Pancasila. Ini adalah mobil hias yang dirancang khusus oleh lima seniman asal Bandung. Kereta Pancasila menyiratkan makna kerja budaya dan gotong royong yang mengejawantah dalam laku budaya berupa kebersamaan.

Pratikno menjelaskan, karnaval ini sebagai penutup rangkaian bulan kemerdekaan yang dibuka pada awal Agustus lalu dengan pameran lukis dan zikir bersama. “Juga, upacara kenegaraan bendera 17 Agustus. Gong penutupnya di Bandung,” kata dia.

Tak kurang dari 2.500 peserta karnaval yang berasaI dari perwakiIan budaya 13 provinsi, 20 kabupaten di Jawa Barat, 43 komunitas, serta perwakilan dari berbagai daerah penyelenggara festival-festival terbaik se-Indonesia akan turut andil. Sutikno mengatakan, karnaval ini melanjutkan tradisi menutup puncak perayaan bulan kemerdekaan dengan karnaval rakyat yang rutin diadakan sejak 2015 lalu.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kegiatan ini yang ketiga dan berganti pulau. Mulai pertama di Pontianak, Danau Toba, dan sekarang Bandung. Tahun depan ke pulau lain lagi. Bandung dikenal kota seni banyak inovasi. Harapannya bisa maksimal tahun depan di lokasi lain,” ungkapnya.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Mazduki menambahkan, selain karnaval, perhelatan itu diharapkan mampu menggali potensi kreatif ekonomi di bidang seni. “Besok kita rayakan dengan sukacita dan meriah,” imbuhnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan, siap menjadi tuan rumah, meski dirinya baru mengetahui pemilihan Bandung sebagai lokasi karnaval, sepekan sebelum acara. Sebanyak 4.000 personel gabungan akan meng­aman­kan sekaligus memeriahkan agenda rakyat ini.

Warga Bandung sendiri diimbau menghadiri perhelatan akbar tersebut, dan datang mengenakan pakaian adat. Pilihan kedua bertajuk heroisme (pahlawan, red).

“Saya juga mengajak warga zero waste event. Artinya, usai acara tidak menimbulkan sam­pah. Ada sayembara juga, selfie dengan gaya paling unik akan mendapat sepeda. Dan terbaik, makan malam bareng Wali Kota Bandung. Tolong ajak suami, istri, ajak mantan-mantannya juga untuk meramaikan. Malam­nya kita akan lanjut car free night,” ucapnya.

Aat Suratin, budayawan penggagas, pelaksana, dan kurator karnaval, mengatakan karnaval ini tidak hanya melibatkan tokoh-tokoh seniman dan budayawan Jawa Barat, melainkan juga seniman dari berbagai daerah Iain.

Semua yang ditampilkan di karnaval ini menggambarkan semangat kerja bersama. “MuIai dari peserta karnaval yang akan menampilkan seni tradisional dan kontemporer, hingga kendaraan yang akan dinaiki oleh presiden,” ujar Aat.

Sementara prosesi karnaval akan dibuka oleh Paduan Suara Univer­sitas Parahyangan beserta 1.000 siswa Bandung yang menyambut kedatangan rombongan presiden dengan lagu-lagu nasional dan perjuangan. Setelah itu, konduktor Addie MS akan memimpin semua hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Karnaval juga akan diramaikan rombongan rebana dari Pondok Pesantren Nurul Iman, Kuda Renggong Sumedang, kesenian Gotong Garuda, Reog Ponorogo, kesenian Sisingaan asal Subang, serta perwakilan budaya berbagai provinsi di Indonesia.

Karnaval ini juga akan melibatkan berbagai komunitas anak muda dan komunitas budaya di Bandung, seperti Paguyuban Sepeda Baheula Bandung, komunitas Historia Van Bandung, pemain Engrang Jack Obin, Mojang Lenjang dan Jajaka Gandang Priangan, atlet sepatu roda KONI Bandung, komunitas Cosplay Bandung, Rumpun Indonesia, Orchy World, dan Sekewood.

Selain itu, karnaval ini juga melibatkan perwakilan dari berbagai daerah penyelenggara festival-festival terbaik se-Indonesia yang sudah mempunyai reputasi internasional, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon International Flower Festival. Dukungan penuh diberikan oleh penyelenggara dari kedua karnaval tersebut bagi terselenggaranya Karnaval Kemerdekaan.

“Jember Fashion Festival akan hadir di Bandung. Baik JFC marching band, JFC talent dan model-modelnya,” ujar Dynand Fariz, perancang busana sekaligus penggagas Jember Fashion Carnaval.

Kostum-kostum yang diperagakan di JFC telah menjuarai sejumlah ajang internasional, antara lain menjadi Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, Amerika Serikat, Best National Costume Miss Supranational 2015 di Warsawa, Polandia, dan Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat.(don)

Komentar Anda