Beranda Uncategorized

Target Pertumbuhan Kredit 13 Persen

BERBAGI

BOGOR–Hingga paruh pertama 2017 ini, pertumbuhan kredit industri perbankan masih lambat. Per Juni 2017 masih mencapai 7,6 persen secara tahunan (yoy). Dengan kondisi tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menuturkan, perlambatan pertumbuhan kredit tidak semata-mata disebabkan suku bunga.

Ada hal lain yang memberikan pengaruh cukup besar, yakni permintaan kredit yang masih melambat. “Selain itu, penghapusbukuan atau write off kredit bermasalah yang juga masih tinggi,” kata Kartika. Kalau tidak dimasukkan komponen hapus buku, pertumbuhan kredit sebenarnya bisa lebih kuat. Yakni sekitar 9 – 10 persen.

Dijelaskannya, permintaan atau demand kredit di-drive (didorong) dari tiga segmen besar. Korporasi permintaan dalam setahun terakhir ini sudah membaik, khususnya korporasi yang terkait komoditas. Seperti dari sawit. Sedangkan dari segmen ritel saat ini juga terpantau membaik.

Tapi di sisi lain, pertumbuhan di segmen menengah dan UKM saat ini masih cukup lambat. “Menengah, UKM masih tertahan,” tambahnya.

Dengan permutaran perekonomian, terlihat cenderung belum terlalu bergairah. Karena adanya konsolidasi dan perbaikan arus kas maupun ekspansi pada segmen menengah dan UKM. Melihat kondisi tersebut, Bank Mandiri tidak melakukan revisi pada pertumbuhan kreditnya.

Hingga akhir tahun, perseroan tetap menargetkan pertumbuhan kredit berkisar antara 11-13 persen. Angka tersebut sesuai target sejak awal dengan rencana bisnis bank (RBB). Pada akhir Juni lalu, pertumbuhan kredit Bank Mandiri tercatat sebesar 11,6 persen (yoy).(mer/b)

Komentar Anda