Beranda Pendidikan

SMA Kosgoro Menuju Adiwiyata

BERBAGI
CEK KESEHATAN: Para siswa dicek kesehatannya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan sebagai sekolah Adiwiyata.

BOGOR-SMA Kosgoro sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2016 lalu kembali dicalonkan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengikuti seleksi sekolah Adiwiyata tingkat nasional tahun 2017.

Menurut Ketua Adiwiyata SMA Kosgoro Senthot Rudi Handono, ada empat komponen yang harus dipenuhi sebagai sekolah Adiwiyata, yaitu kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif serta pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Kata dia, dokumen empat komponen tersebut sudah dikirim ke DLH untuk diikutkan dalam seleksi nasional sekolah Adiwiyata. Untuk mendukung program tersebut, terutama dalam pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan pada Selasa kemarin, SMA Kosgoro mengadakan serangkaian kegiatan seperti lomba kebersihan kelas, pemeriksaan kesehatan siswa, pemeriksaan dan penyuluhan pedagang di kantin sekolah yang bekerja sama dengan UPTN Puskesmas Tegal Gundil.

Dalam pemeriksaan ke kantin sekolah, Koordinator Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Bogor Utara, Yoga Virdianingngsih kantin SMA Kosgoro sudah baik dalam melakukan pelayanan kantin sehat dan ramah lingkungan. Hal ini dibuktikan tidak ditemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet atau pengenyal, pewarna, perasa yang tidak sesuai dengan standar kesehatan.

Makanan yang dijual semua baru tidak ada yang kedaluwarsa, juga kantin tidak menjual makanan yang dikemas tidak ramah lingkungan seperti plastik, styrofoam dan aluminimum foil. “Kami meminta agar kondisi seperti ini dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk kesehatan warga sekolah untuk jangka panjang nanti,” kata Yoga.

Sementara itu, Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menyambut baik SMA Kosgoro satu-satunya SMA di Kota Bogor yang dicalonkan untuk mengikuti seleksi sekolah Adiwiyata nasional tahun 2017. Meskipun standar nilai minimal 72, yaitu 90 persen dari total nilai maksimum (80) sangat berat, namun manfaat yang besar akan diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini.

Penilaian Adiwiyata meliputi penilaian dokumen sekolah yang sekarang sudah dikirim. Tim nasional akan melakukan observasi lapangan pada September nanti. “Manfaat dari kegiatan ini memperoleh predikat sekolah Adiwiyata nasional merupakan kebanggaan seluruh warga sekolah.

Namun tidak menang pun banyak manfaat yang diperole sekolah, seperti mendukung percepatan pencapaian delapan standar nasional pendidikan, dan menciptakan kebersamaan warga sekolah serta kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif,” tutup Tri.(ran/c)

Komentar Anda