Beranda Female

Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Al-Falah

BERBAGI
AKRAB: Sebagian pengurus Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah di sela-sela kegiatan peduli anak asuh.

Awal pembentukan kelompok pengajian tersebut, Masjid Al-Falaah masih proses pembangunan dan beranggotakan enam orang. Tujuannya, untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik, beriman serta bertakwa di lingkungan kompleks dan sekitarnya. Juga sebagai wadah untuk kegiatan kerohanian dan sosial.

Kegiatan sosial pertama Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah adalah menghimpun iuran dana kematian, mengingat musibah tersebut dirasakan berat bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Besarnya iuran awalnya adalah Rp100 per kepala keluarga (KK) dan hanya bisa membeli kain kafan. Setelah lima tahun berjalan, diadakan musyawarah untuk besaran iuran dana kematian karena belum mencukupi.

Akhirnya, setelah lima tahun berjalan iuran dana kematian menjadi Rp500 per KK dan sekarang iuran berubah menjadi Rp5.000/KK. Sehingga jika ada warga yang meninggal tidak perlu repot karena sudah ada biaya kepengurusan jenazah dan kain kafan. “Iuran dana kematian untuk seluruh warga, baik yang muslim ataupun nonmuslim. Di sini toleransi keagamaan sangat tinggi,” tutur Rumiah Mahdy, selaku pendiri dan penasihat Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah.

Pada 1986, mulai diadakan infak Ramadan dan santunan duafa. Awalnya, Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah belum mempunyai dana karena jamaah masih sedikit dan masih mengutamakan iuran dana kematian dan santunan duafa. Mulai 1990, kelompok pengajian menggarap anak asuh berjumlah 14 anak dengan dana yang masih minim. Salah satu anggota dari Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah mempunyai gagasan untuk membuat kegiatan penggalangan dana dari sebuah karya seni yaitu melalui pentas drama, dan hasil yang didapatkan bisa membiayai 14 anak asuh dan pada tahun ini, anak asuh mencapai 250 anak.

Untuk sekarang, jumlah anggota dari Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah mencapai 100 orang dengan 44 pengurus. Sistem keuangan Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah transparan, dana yang diberikan masyarakat dan anggota dari Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah sendiri sangat terbuka, sehingga masyarakat sangat mempercayai seluruh kegiatan yang diadakan Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah.

Kepengurusan kelompok pengajian ini sangat terstruktur, terbagi atas masing-masing divisi. Struktur dalam Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah adalah pendiri atau penasihat, yaitu Rumi’ah Mahdy, ketua pengajian Afnita Adrini, sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang yang terdapat pada Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah antara lain bidang sosial yang mengatasi soal jenazah, seksi anak asuh dan seksi usaha, bidang pendidikan bertanggung jawab atas seksi takmir, seksi pembinaan anak yatim dan seksi humas.

Uniknya, Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah memiliki buku panduan yang sangat lengkap, dibuat pendiri dan penasihat Rumiah Mahdy. Fungsinya, memudahkan segala kegiatan yang dilakukan Pengajian Ibu-ibu Al-Falaah jika ada pergantian anggota. Mengingat setiap kegiatan yang dibuat, panitianya terus berubah-ubah agar para ibu Al-Falaah bisa lebih berani dan berkembang. Buku pedoman tersebut sudah banyak memberikan manfaat bagi Pengajian Ibu-Ibu Al-Falaah, bahkan di luar dari pengurus dan anggota.(cr6/c)

Komentar Anda