Beranda Berita Utama

BIN: Upayakan Pendekatan Persuasif!

BERBAGI

BOGOR–Badan Intelijen Negara (BIN) mendesak pemerintah bergerak cepat melakukan deradikalisasi terhadap oknum di Yayasan Ibnu Mas’ud di Taman Sari, Kabupaten Bogor, yang anti­nasionalisme. Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto, menegaskan banyak upaya yang mesti dilakukan dengan pendekatan persuasif.

“Didahului dengan menelisik yang mereka pahami tapi keliru, semisal, pandangan mengenai NKRI. Kemudian, mencari tahu apa yang mereka tanamkan kepada siswa didikan. Apakah kurikulumnya seusai atau tidak dengan kehidupan NKRI. Andai kata itu tidak seusai maka harus diluruskan, dievaluasi, sehingga tidak berlanjut menjadi sebuah paham yang menjadi radikal secara berkesinambungan,” tegasnya kepada Radar Bogor kemarin.

Menurut Wawan, upaya pendekatan tersebut harus tetap dilakukan secara kemanusiaan. Termasuk pendekatan ideologi serta bagaimana meluruskan pandangan-pandangan yang berseberangan dengan persepsi kenegaraan. “Ya, secara prinsip, saya ingin supaya saudara-saudara kita itu tidak salah paham dalam kehidupan kenegaraan. Bahwa tetap, negara memiliki aturan dan negara memiliki dasar,” cetusnya.

Di sisi lain, pengamat terorisme Al Chaidar meminta pemerintah untuk waspada atas gerakan terorisme yang memanfaatkan kondisi umat yang kecewa terhadap kebijakan pemerintah. Pemerintah perlu memahami mengapa oknum di yayasan tersebut melakukan pembakaran terhadpa umbul-umbul merah putih.
“Lebih kepada bentuk kekecewaan dengan situasi di Indonesia yang mereka lihat sekarang,” kata pengamat jebolan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.
Chaidar mengatakan, permasalahan yang ada tidak perlu diperpanjang melainkan cukup dengan menyelesaikan hukum.

Solusi lain, kata dia, pemerintah segera mengajak dialog kelompok tersebut dan membina dan tidak sekadar mengawasi. “Bagaimanapun mereka warga negara kita yang sedang salah persepsi terhadap situasi negeri, dan sebaiknya diajak dialog,” terangnya.(don/c)

Komentar Anda