Beranda Traveling

Traveling Mandiri ke India, Siapa Takut?

BERBAGI

KARENA belum pernah ke India, kami mengambil rute utama yang simpel saja, berkeliling tiga kota Golden Triangle. Yakni, Agra, Jaipur, dan New Delhi. Untuk perjalanan ke Agra dan Jaipur, kami menggunakan mobil sewa. Harganya menurut kami cukup terjangkau, apalagi dibagi berenam. Tidak jauh berbeda dengan kereta atau bus. Lebih nyaman pula. Tetapi, selama di sana kami juga mencoba transportasi umum kok.

Selain merasakan seperti orang lokal, kami ingin membuktikan rumor bahwa traveling ke India sedikit berbahaya. Jadi, apakah benar? Baca pengalaman kami selanjutnya, hehehe….

Kami mengawali petualangan di India dari Kolkata. Tetapi, itu hanya kota transit saja karena tujuan utama kami adalah New Delhi. Dari Kolkata ke Delhi kami naik pesawat berbiaya rendah. Di ibu kota tersebut kami mendatangi sejumlah tempat wisata yang masuk world heritage. Misalnya, Qutub Minar, menara masjid tingkat lima yang tingginya 73 meter. Menara tersebut begitu cantik, tersusun dari batu pasir merah dan marmer.

Humayun’s Tomb menjadi tujuan selanjutnya. Itu adalah kompleks pema­kaman Kaisar Mughal Humayun. Situs yang dibangun oleh istri pertama Humayun, Bega Begum, itu merupakan kompleks pemakaman pertama berupa garden-tomb yang pernah dibangun di India. Bangunan tersebut didirikan pada 1533. Keren banget arsitekturnya, bikin betah berlama-lama di sana. Juga tidak kalah menarik, bangunan religius Lotus Temple dengan bentuk bangunan yang menyerupai mini Opera House di Sydney.

Di tempat tersebut pengikut berbagai agama bisa berdoa di dalam Lotus Temple dengan keyakinan masing-masing. O ya, selama keliling New Delhi, kami mencoba naik transportasi umum. Misalnya, tuk-tuk dan Delhi Metro (subway). Mungkin itu yang sedikit rawan, terutama bagi orang yang membawa banyak barang. Suasana stasiun bawah tanah sangat ramai. Untuk masuk dan keluar kereta, kita harus saling mendorong di jam-jam padat. Di kereta pun penuh sesak. Namun, saya jarang melihat penumpang perempuan di kereta bawah tanah. Demikian juga tuk-tuk, yaitu kendaraan bermotor roda tiga.

Kami sempat terkena scam, dimintai harga lebih mahal daripada yang sudah disepakati. Untungnya, kejadian itu tidak jauh dari stasiun kereta bawah tanah dan mereka tidak berani mengikuti kami begitu ada polisi.

Kami melanjutkan jalan-jalan ke Jaipur. Di kota tersebut kami mendapat pengalaman baru, naik gajah di Amber Fort. Saya juga merekomendasi pembaca untuk naik ke bukit Nahargarh Fort untuk melihat pemandangan Kota Jaipur, lebih bagus pada waktu matahari terbenam. Foto di Hawa Mahal yang berwarna merah muda, sesuai dengan julukan Kota Jaipur, Pink City.(jpg)

Komentar Anda