Beranda Berita Utama

Sembilan RT Bawa Pulang Ratusan Juta Rupiah

BERBAGI
HEBOH: Muspida Kota Bogor bersama komunitas Bogor+Sahabats (Bobats) bergaya heboh dalam sesi foto bersama para pemenang lomba kebersihan di Gerakan Bogorku Bersih Jilid 2, di IICC Botani Square, tadi malam. Sofyansyah

Spektakuler. Kata itu diucapkan beberapa kali oleh tamu undangan yang menghadiri Malam Penganugerahan Gerakan Bogorku Bersih Jilid 2, di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, tadi malam (18/8). Acungan jempol dari Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Wali Kota Bogor Bima Arya, bersambut sorak-sorai ribuan warga Kota Hujan.

Digarap ciamik oleh event organizer Radar Promosindo, puncak rangkaian acara Gerakan Bogorku Bersih Jilid 2 tadi malam mengganjar hadiah ratusan juta kepada para pemenang lomba kebersihan dari berbagai kategori.

Di antaranya: pada tingkat RT, juara pertama kategori komplek perumahan teratur diraih oleh RT 01 RW 09 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan. Juara kedua diraih RT 03 RW 06 Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara. Sedangkan juara ketiga disabet RT 04 RW 13 Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat.

Pada kategori komplek permukiman swadaya, juara pertama diraih RT 05 RW 07 Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat. Juara kedua diraih RT 04 RW 11 Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanahsareal. Dan, juara ketiga diraih RT 02 RW 10 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat.

Berikutnya kategori perumahan tepi sungai. Juara pertama diraih RT 02 RW0 1 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanahsareal. Juara dua diraih RT 03 RW 11 Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Barat. Serta, juara tiga diraih RT 04 RW 02 Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah.

Sementara di kategori sekolah, hanya ada satu penghargaan di masing-masing tingkatan, yakni sekolah terbersih. Untuk tingkat sekolah dasar, diraih SD Harjasari I, tingkat SMP oleh SMP Sekolah Alam, dan tingkat SMA disabet SMK Baranangsiang. Sedangkan pada kategori pasar, dewan juri mengganjar sertifikat ”Menuju Pasar Bersih dan Sehat’’ kepada pengelola Pasar Gunung Batu.

Malam penganugerahan Bogorku Bersih Jilid 2 hasil kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Komunitas Bogor+Sahabats (Bobats), dihadiri ribuan tamu undangan dari berbagai kalangan. Di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus, Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf Dodi Suhardiman, Komandan Wing 4 Lanud Atang Sendjaja (Ats) Kolonel Pnb Hendro Arief mewakili Danlanud Ats Marsma Irwan S Dunggio, para kepala dinas di Pemerintah Kota Bogor, camat, lurah serta warga di tingkat RT.

CEO Radar Bogor Group yang juga penanggung jawab kegiatan, Hazairin Sitepu, berterima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat dalam gerakan ini. “Ini adalah kali kedua kami menggelar gerakan yang selalu kita harapkan bisa dilakukan secara bersama-sama masyarakat Kota Bogor. Yaitu, Bogorku Bersih. Karena kebersihan adalah yang terpenting,” ujar Hazairin dalam sambutannya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir ini, dianggapnya bisa mengubah kebiasaan masyarakat Kota Bogor untuk hidup bersih. Sebab, tahun ini Bogorku Bersih 2 melibatkan sekitar 30 ribu masyarakat Kota Bogor.

“Tahun ini lebih dari 300 RT terlibat. Kalau satu RT 100 orang, kurang lebih 30 ribu orang terlibat dalam gerakan ini. Tahun depan kami berharap lebih banyak lagi yang terlibat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bang HS ini, terkesan bukan hanya dengan kehadiran Muspida Kota Bogor saja, melainkan kehadiran para ketua RT dan ketua RW yang turut serta. Ia menganggap ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pembangunan. Melalui kegiatan ini, dirinya mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor untuk tidak hanya mengeluhkan kondisi lingkungan, tetapi terlibat dalam mengelolanya menjadi lingkungan yang baik.

Di panggung yang sama, Wali Kota Bima Arya mengatakan, untuk membuat Kota Bogor menjadi jauh lebih bersih, perlu mengubah kultur. Ia menganggap, membangun kultur jauh lebih baik daripada membangun infrastruktur.

“Membangun kota sungguh sangat tidak mudah, membangun infrastruktur juga sulit. Tapi ada yang lebih sulit, yakni membangun kultur. Kebersihan itu soal kultur,” terangnya.

Dirinya terkesan atas kolaborasi dari lintas eleman masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Bogorku Bersih 2. Hal tersebut, menurutnya, jauh lebih bernilai dari anggaran yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur.

“Rasanya tidak ada kolaborasi yang kian masif seperti ini, ada rektor, ada kiai, tentara, dan ada RT dan RW di lapangan. Dengan adanya ini, kita dirangsang, pak Elia (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor) juga merasa didorong. Makanya berakselerasi,” kata Bima.

Kerja keras masyarakat Kota Bogor ditandai dengan penghargaan berupa sertifikat Adipura yang diterima Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor. Sertifikat Adipura sejatinya diberikan kepada daerah-daerah yang bisa secara signifikan mengubah kondisi lingkungannya ke arah yang jauh lebih bersih.

“Bisa jadi ini karena gerakan Bogorku Bersih. Asal konsisten, insyaallah piala Adipura bisa kita genggam bersama-sama. Malam ini juga saya merasa berbeda dari tahun lalu, dengan panggung yang lebih cantik dan peserta yang lebih banyak,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang hadir mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Bogorku Bersih 2. Karena, menurutnya, persoalan sampah merupakan bagian terpenting yang harus diselesaikan di seluruh daerah yang ada di Jawa Barat.

“Sekarang ini faktor sampah di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Begitu pula Bogor, Depok, insyaallah tahun depan sudah beroperasi TPPAS Nambo. Sudah mulai beroperasi pengolahan sampah dengan teknologi,” ucapnya.

Nantinya, tidak semua bagian sampah dibuang secara keseluruhan. Dengan teknologi pemilahan sampah, sedikitnya hanya sepertiga sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Maka, sampah yang dipilah tersebut akan memiliki nilai ekonomi.

Dengan menyelesaikan persoalan sampah, Kota Bogor akan terbebas dari risiko penyakit. Sebab, di tempat yang bersih Kota Bogor akan terjauh dari penyakit. “Mengobati orang sakit ini lebih mahal daripada membuat TTPAS. Karena tempat yang kotor bisa menimbulkan penyakit. Kalau masalah sampah selesai, maka membangun apa pun di Kota Bogor akan selesai semuanya,” tandasnya.(rp1/pkl6/d)

Komentar Anda