Beranda Berita Utama

Enam Proyek Infrastruktur Topang Meikarta

BERBAGI
KOTA BARU: Lokasi proyek Meikarta di dekat danau buatan Central Park, Cikarang, Bekasi, kemarin.

Konsumen menyambut dengan antusias kota baru Meikarta, megaproyek besutan Lippo Group. Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya menuturkan, antusiasme tersebut tecermin dari sudah dipesannya sekitar 100 ribu unit hunian Meikarta.

’’Lihat kerumunan orang di bawah itu. Berusaha pesan unit dari blok-blok yang ditawar­kan,’’ ujarnya saat grand laun­ching Meikarta di MaxxBox, Lippo Cikarang, Bekasi, ke­marin (17/8).

Di tempat yang sama, Chief Marketing Officer (CMO) Lippo Homes Jopy Rusli membenarkan hal tersebut. Pihaknya mencatat, 99.300 unit telah dipesan. Dia menjelaskan, proyek yang berlokasi di koridor Jakarta-Bandung itu nanti dikelilingi enam proyek infrastruktur prioritas dari pemerintah. Jopy memerinci, proyek pertama yang akan hadir di tengah Meikarta adalah Pelabuhan Patimban. Di pelabuhan tersebut, nanti kapal-kapal besar bisa langsung merapat. Hal itu diharapkan bisa menggairahkan aktivitas ekspor-impor di wilayah tersebut.

Proyek kedua adalah Bandara Internasional Kertajati yang diharapkan rampung tahun depan. Dengan adanya bandara tersebut, masyarakat yang bekerja di pusat industri Cikarang tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke Bandara Soekarno-Hatta. ’’Kertajati akan memudahkan orang di sini. Ini dijadikan daerah seperti di Tokyo,’’ imbuhnya.

Ketiga, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung yang membuat perjalanan Jakarta dan Bandung hanya sekitar 39 menit. Posisi Meikarta yang berada di antara keduanya sangat tepat. Sebab, orang yang tinggal di Meikarta hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai Bandung atau Jakarta.

Selain itu, ada proyek LRT Jabodebek yang diharapkan bisa membuat masyarakat semakin mudah untuk mencari sarana transportasi di wilayah tersebut. Proyek yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2019 itu menjadi pelengkap sarana transportasi di Meikarta.

Jopy melanjutkan, di lokasi tersebut juga akan ada transportasi automated people mover atau monorel yang dikembangkan JICA (Japan International Cooperation Agency). Monorel itu masuk di tengah Meikarta dan menjadi penyambung semua daerah industri di wilayah tersebut. ’’Ia juga akan menyambung dari stopping point KA Express, nyambung ke LRT, nyambung ke Meikarta,’’ tambahnya.

Proyek infrastruktur keenam adalah jalan tol layang (elevated toll road) Jakarta–Cikampek yang melengkapi kemudahan di kota baru tersebut. ’’Enam infra itu jadi pada 2019–2020, dekat sekali. Ditambah lagi, kalau ke Meikarta itu dari tol langsung sampai karena kita punya direct toll access,’’ tuturnya.

CEO Lippo Group James Riady menuturkan, Meikarta diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan defisit perumahan di tanah air. Karena itu, Lippo Group pun bertekad untuk membantu pemerintah dalam mengejar ketertinggalan ketersediaan hunian yang layak bagi seluruh elemen masyarakat.

’’Jadi, bagaimana kita bisa menyelesaikan defisit perumahan. Ada delapan juta orang yang punya pekerjaan, punya gaji, tapi tidak punya rumah. Mereka ingin dan mampu punya rumah, tapi tidak terjangkau,’’ urainya.

Melalui Meikarta, James berkomitmen bisa menyediakan hunian yang terjangkau dengan fasilitas memadai dan berstandar internasional. Pengembang-pengembang lain juga diharapkan dapat mengikuti langkah Lippo Group tersebut. ’’Semoga bisa ada 100 pengembang seperti Meikarta, yang dibangun untuk menyelesaikan defisit perumahan yang tidak punya rumah,’’ katanya. (dee/c7/sof)

Komentar Anda