Beranda Metropolis

Pria Berpenyakit Langka di RSUD

BERBAGI

BOGOR – Ismail (32), warga Taman Cimanggu RT 01/11 Kelurahan Kedungwaringin, Kecamatan Tanah Sareal, menderita penyakit kulit langka. Hampir sekujur tubuhnya melepuh seperti luka bakar. Berdasarkan diagnosis sementara, penyakit yang diderita suami dari Desy (34) itu menunjukkan gejala Stevens-Johnson syndrome (SJS) atau toxic epidermal necrolysis (TEN).

Penyakit ini dapat berkembang apabila pasien alergi mengonsumsi obat-obatan, tetapi bisa juga dikarenakan infeksi virus, bakteri, atau jamur tertentu, karena makanan seperti cokelat, ketidakcocokan lingkungan, misal udara dingin dan panas matahari.

“Namun, tidak selalu diketahui secara pasti. Yang paling banyak terjadi adalah karena reaksi berlebihan dari tubuh untuk menolak obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh,” ujar Spesialis Penyakit Dalam RSUD Kota Bogor dr Suksmono.

Ismail pun kini dirawat intensif di RSUD Kota Bogor. Hampir seluruh tubuhnya melepuh. Mukosa atau lapisan kulit dalam yang tertutup pada epitelium dan terlibat dalam proses absor­psi dan proses sekresi pada kulitnya terserang. Sehingga berpotensi adanya infeksi tumpangan yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan Ismail

Saat ditemui wartawan, Desy, istri Ismail, mengaku awalnya suaminya hanya mengalami sakit hepatitis. “Di bulan Juli dia sakit hepatitis, sempat dirawat terus pulang. Gak lama, kulitnya kering dan ngelupas, tapi masih saya tangani menggunakan krim khusus untuk kulit. Keesokan harinya kulit makin ngelupas dan berair,” ungkapnya.

Sebelum menderita penyakit tersebut, Ismail biasa bekerja sebagai pegawai harian di salah satu perusahaan produksi minuman. Namun, sekarang peran Ismail sebagai tulang punggung keluarga menjadi terhambat karena harus dirawat di RSUD Kota Bogor.

“Gejala yang dirasa oleh suami saya sebelum sakit, awalnya panas di dalam tubuh. Tetapi untuk dari fisik luar tidak terasa panas. Aadanya tanda kemerahan pada kulit, lalu munculnya bintil berisi air (seperti cacar) yang terasa perih sampai akhirnya melepuh,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Pen­cegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, drg Lindawati, mengimbau apabila mulai muncul gejala-gejala seperti yang dialami Ismail haruslah segera ditangani.

“Penyakit ini merupakan penyakit yang jarang terjadi. Tetapi bila ada haruslah segera ditangani, karena ini adalah salah satu penyakit kegawat­daruratan kulit yang tidak boleh terlambat dalam penanganannya,” tandasnya. (pkl6/c)

Komentar Anda