Beranda Berita Utama

Menanti Salat di Raudhah

BERBAGI

Memasuki hari ke­lima, para calhaj kloter 43 melaksanakan ziarah ke beberapa lokasi se­per­ti Masjid Quba, Mas­jid Qiblatain, Jabal Uhud, kebun kurma, pa­rit Khandaq. Ini me­rupakan ke­giatan yang difasilitasi pemerintah dalam hal ziarah.

Kendati kondisinya cukup panas, para calhaj sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kami pun berangkat dengan difasilitasi bus dari majmuah. Usai ziarah, para calhaj kembali ke hotel dan bersiap melaksanakan arbain.

Saat melaksanakan arbain, karena jarak pondokan dengan masjid cukup jauh, sekitar 300 meter, maka kebanyakan calhaj menghabiskan waktu untuk iktikaf, zikir maupun membaca Alquran. Bahkan tak jarang mereka ikut kajian keislaman di dalam Masjid Nabawi tentang ilmu manasik haji. Ada juga beberapa ulama yang memberikan kursus atau pengajian baca Alquran. Kegiatan ini juga merupakan langkah para calhaj untuk menunggu waktu salat lainnya.

Untuk posisi ibadah sendiri, luasnya Masjid Nabawi dengan segala kemegahannya menawarkan ketenangan, kesejukan dan kekhusyukan tersendiri bagi para jamaah untuk betah berada di dalamnya. Hampir setiap sudut masjid dijaga petugas, guna memberi rasa aman dan tertib bagi para calhaj yang beribadah.

Posisi pelaksanaan salat sendiri, di Masjid Nabawi dipisahkan antara jamaah pria dan wanita. Namun, para jamaah pria bebas melewati barisan atau tempat salat wanita yang sudah disediakan.

Dari sekian banyak aktivitas yang dilakukan jamaah, hal yang ditunggu atau diburu oleh para calhaj adalah bisa salat dan berdoa di area Raudhah. Ya, tempat ini merupakan salah satu lokasi yang mustajab (tempat yang diijabah) sehingga tempat ini setiap waktunya sangat dipadati oleh para jamaah, terutama usai melaksanakan salat lima waktu.(*)

Komentar Anda