Beranda Berita Utama

Bulan Depan Bisa Pakai Skytrain di Soetta

BERBAGI
UJI COBA: Skytrain Bandara Soekarno Hatta melintasi track saat uji coba di Terminal 3 Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/8). Skytrain ini akan menghubungkan antara terminal 3 ke terminal 2, dan akan dioperasikan pada 17 September.FOTO: IMAM HUSEIN/JAWA POS

TANGERANG–Automated people mover system atau skytrain untuk transportasi antarterminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai diuji coba selama satu bulan sejak 13 Agustus 2017 lalu.

Uji coba ini dilakukan pada track A yakni dari terminal 3 ke terminal 2 dan sebaliknya. Setelah diuji coba, skytrain akan langsung resmi beroperasi. Rencananya, skytrain akan resmi beroperasi pada 17 September mendatang.

Manajer Humas Angkasa Pura II Yado Yarismano menjelaskan, sebelum dioperasikan, skytrain harus menjalani serangkaian tes. Menurut Yado, ada tiga hal yang diuji coba. Yakni lintasan, kereta dan kesistemannya, serta standar operasi prosedur (SOP) pengoperasian.

“Pengujian akan dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Mereka sudah lakukan pengetesan Senin lalu. Dan akan melakukan pengetesan lainnya nanti. Nantinya, mereka yang akan melakukan verifikasi dan memberikan penilaian apakah ini sudah layak atau bagaimana,” kata Yado kepada Jawa Pos (Grup Radar Bogor) saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin (15/8).

Yado menjelaskan, peng­operasian skytrain akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap I pengoperasian skytrain memang baru melayani track A sepanjang 1.700 meter dari terminal 2 ke terminal 3, begitu juga sebaliknya. Sementara tahap 2, skytrain akan menghubungkan terminal 1, 2, 3, dan integrated building yang juga terkoneksi dengan stasiun kereta bandara. Total panjang lintasan dual track mencapai 3.050 meter atau sekitar 3 kilometer.

NYAMAN: Fasilitas di dalam skytrain tampak lebih nyaman dan berbeda dengan KRL yang menggunakan kursi berhadaphadapan

Direktur Operasi I Wijaya Karya Candra Dwiputra menuturkan bahwa pihaknya akan memastikan periode uji coba ini dimanfaatkan sebaik-baiknya guna memastikan operasional dengan penumpang nantinya tidak mengalami kendala yang berarti.

“Wika fokus pada uji coba terkait dengan lintasan yang akan dilalui pada tahap I beroperasinya skytrain. Yakni dari terminal 2 ke 3. Kami berkomitmen untuk mendukung kelancaran operasional skytrain,” jelas Candra.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang melakukan peninjauan uji coba skytrain mengatakan, pemerintah berharap agar skytrain ini dapat segera dioperasikan dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan serta pelayananan.

“Kehadiran skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini dapat menjadi percontohan bagi bandara lainnya agar semakin berkembang, khususnya demi meningkatkan pelayanan,” tutur Budi.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, beroperasinya skytrain akan meningkatkan standar pelayanan dan membuat daya saing Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkat dan dapat berkompetisi dengan bandara-bandara terbaik di dunia atau pun kawasan regional Asean.

Terkait dengan tarif, Awaluddin menuturkan bahwa skytrain akan digratiskan. “Penggunaan skytrain oleh penumpang pesawat atau pengunjung bandara sama sekali tidak dikenakan biaya tambahan,” jelas Awaluddin.

Proyek skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini sekaligus menjadi inisiator kereta tanpa awak di Indonesia. Sebelumnya, di Indonesia belum pernah ada kereta angkutan penumpang yang beroperasi tanpa awak. Dengan total nilai investasi untuk proyek skytrain yang mencapai sekitar Rp950 miliar, proyek ini diharapkan bisa membantu mobilisasi para penumpang dan pengunjung bandara dari satu terminal ke terminal lainnya.

Nantinya, apabila sudah beroperasi secara penuh dalam menghubungkan terminal 1, 2, 3, dan integrated building, skytrain ini akan terdiri atas sedikitnya tiga trainset dengan headway antarkereta sekitar 5 menit dan waktu tempuh seluruh rute sekitar 7 menit. (and)

Komentar Anda