Beranda Pendidikan

Risa Aquila Fiani, Juara 1 Taekwondo Jabar

BERBAGI
BANGGA: Risa bersama salah seorang gurunya. Ia bersiap-siap ikut ajang internasional.

Motivasi dari orang tua memang paling mujarab. Hal itu dirasakan siswi SMPIT Birrul Waalidain, Risa Aquila Fiani saat mengikuti lomba Open Taekwondo Tournament KTB Cup 2017 se-Jawa Barat. Bagaimana hingga ia juara?

Laporan: Rany Puspitasari

Giat mengikuti latihan taekwondo cabang Bogor tiap tiga kali seminggu, membuat Risa direkomendasikan pelatihnya untuk mengikuti lomba yang diikuti ribuan peserta se-Jawa Barat itu.“Kata pelatihku, latihan aku sudah bagus, lalu ia merekomendasikan aku untuk ikut lomba,” jelasnya kepada Radar bogor.

Tawaran itu juga didukung kedua orang tuanya. “Kata mama bagus buat pengalaman dan juga bisa dimanfaatkan untuk jalur prestasi nanti,” tambah Risa. Dukungan itu membuatnya makin yakin untuk mengikuti agenda tahunan yang diselenggarakan di GOR Padjajaran Bogor itu.

Lalu ia terus berlatih dari memakai sabuk kuning strip hijau, latihannya terus menerus selama kurang lebih dua bulan, menghasilkan peningkatan sabuk ke hijau demi mengejar lomba tersebut.

Dalam lomba, ia masuk kategori kyorugi junior under 46 putri atau yang memiliki berat badan kisaran 46 kg. “Kyorugi itu yang bertanding, karena aku lebih bagus di kyorugi dibandingkan dengan yanh gerakan-gerakan taekwondo,” ujar Risa.

Benar saja, dengan tekadnya untuk tidak mengecewakan orang tua serta sekolah dan pelatih yang mendukung, dirinya berhasil menjadi pemenang juara pertama dalam lomba.

Tentu rasa senang, bangga dan haru ia rasakan. Apalagi melihat orang-orang yang mendukungnya pun ikut bahagia. “Baik orang tua, pelatih serta sekolah yang telah mendukung hingga dibuatkan spanduk yang mengumumkan kemenangan saya, saya senang,” ungkap Risa.

Tapi tidak sampai di situ, Risa pun tertantang untuk kembali mencari pengalaman dan sebagai tolak ukur kemampuannya dengan mengikuti kejuaraan internasional yang diselenggarakan bulan depan. “Targetnya itu, karena ingin mencari pengetahuan saja dan tahu, tolak ukur kemampuan saya sampai dimana, sehingga bisa mem­perbaikinya nanti,” tutupnya.(c)

Komentar Anda