Beranda Berita Utama

Emil – Aceng Fikri, Siapa Mau?

BERBAGI

BANDUNG–Dinamika politik menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 semakin menarik. Usai kemunculan isu koalisi partai poros tengah, kini giliran para bakal calon yang berakrobat. Teranyar, Ridwan Kamil mengaku siap maju ke Pilgub 2018 dengan menggandeng Aceng Fikri sebagai pasangannya.

Isu ini bukanlah kabar picisan. Emil, begitu dia disapa, mengakuinya. “Dengan Partai Hanura, saya sudah berkomunikasi dengan Pak Oso ( Ketua Umum Partai Hanura, Usman Sapta Odang,red),” kata Emil, Senin (14/8).

Emil menegaskan, dia tidak lagi mempersoalkan dengan siapa dia disandingkan. Termasuk kemungkinan disandingkan dengan calon yang diusung Partai Hanura, Aceng Fikri.

Meski demikian, kata Wali Kota Bandung itu, jika Partai Nasdem hanya dapat menggaet Partai Hanura, maka tidak akan cukup syarat kursi untuk mengusungnya jadi calon gubernur. Jika digabung, jumlah kursi kedua partai itu baru 8 kursi. Karena itu, kata Emil, Nasdem dan Hanura butuh dukungan partai lain untuk melengkapi jumlah kursi yang dipersyaratkan Undang-Undang No 8/2015.

Saat dikonfirmasi, Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bapilu) Partai Hanura Jabar, Budi Hermansyah menegaskan, Aceng Fikri sebagai ketua DPD Hanura Jawa Barat siap maju sebagai bakal calon wakil gubernur, untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil.

“Pak Aceng siap untuk mendampingi Emil, mengingat jumlah kursi yang masih kurang, kami masih akan melakukan komunikasi politik dengan partai lain,” kata Budi.

Sosok Aceng Fikri sendiri sudah banyak dikenal masyarakat. Pada 2008, Aceng menjadi sosok fenomenal di dunia politik sebagai kepala daerah pertama di Indonesia, yang terpilih dari jalur perseorangan (independen). Tanpa dukungan partai politik, Aceng yang saat itu berpasangan dengan Dicky Chandra berhasil terpilih sebagai Bupati Garut pada Pilkada 2008.

Sayangnya, pada 2012, skandal pernikahan siri Aceng dengan seorang gadis berusia 18 tahun asal Garut terkuak ke publik. Hal ini membuat Aceng melakukan langkah blunder. Aceng menceraikan istri sirinya itu via SMS. Kasus ini memanas. Garut bergolak oleh aksi demonstrasi dan unjuk rasa menuntut Aceng mundur, sampai akhirnya Gubernur Jawa Barat menge­luarkan surat pemakzulan Aceng dari jabatan Bupati Garut pada tahun 2013.(mur/bbb/rub)

Komentar Anda