Beranda Metropolis

10 Bus Bantuan Kemenhub Nganggur

BERBAGI
NGANGGUR: Sepuluh bus bantuan dari Kemenhub kepada Pemkot Bogor dibiarkan begitu saja di kantor Dishub Kota Bogor.

BOGOR–Kemacetan masih menjadi hal yang paling dikeluhkan warga Kota Hujan. Sejumlah program pemecah macet yang telah disiapkan Wali Kota Bogor Bima Arya, masih banyak yang sebatas wacana. Semisalnya, program konversi angkot menjadi bus dan angkot yang mempunyai pendingin udara (angkot ber-AC).

Padahal, tak sedikit bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sudah diserahkan kepada pemkot. Mulai bantuan 10 unit bus pada Desember 2016 dan 10 unit ac untuk angkot pada awal Juli 2017.

”Memang 10 unit bus ini sudah dihibahkan, tapi kami masih menunggu berita acara serah terimanya,” ujar Kabid Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Jimmy Hutapea.

Dia menjelaskan, sekalipun bus tersebut diserahterimakan tahun ini, pihaknya tidak bisa langsung serta-merta menye­rahkannya kepada operator, karena harus mengurus dokumen, mulai izin operasional dan surat-surat kendaraannya. “Untuk mengurus faktur surat-surat kendaraan juga harus ada anggarannya. Nah, tahun ini tidak dianggarkan,” ujar Jimmy.

Lebih lanjut Jimmy mengatakan, bus-bus ini akan terintegrasi dan saling terkoneksi satu sama lainnya. Operasionalisasi bus sendiri dilakukan oleh para pengusaha angkot dalam wadah badan hukum. ”Program ini bagian dari konversi 3:1 atau 3 angkot menjadi 1 bus. Yang membedakan itu pengelolaannya saja,” kata Jimmy.

Tak hanya bus, hibah 10 pendingin udara (AC) untuk angkot dari Kemenhub pun bernasib sama. Hingga kini dishub masih mengalami kendala menerapkan angkot ber-AC. Sebab, angkot di Kota Bogor rata-rata berkapasitas mesin rendah yakni 1.000 cc, sehingga tidak bisa dipasangi AC.

“Angkot 1.000 cc tidak mungkin bisa dipasang AC. Enggak kuat,” timpal Kepala Dishub Kota Bogor, Rakhmawati.

Solusinya, menurut Rakhmawati, program angkot yang aman dan nyaman menunggu peremajaan angkot agar bisa dipasangi pendingin udara. “Kalau ada angkot baru dan mereka mau pasangi AC, itu yang nanti kita pasang,” tandasnya.(wil/c)

“Dengan adanya plt, kita harap ada kemajuan. Ternyata tidak ada informasi apa-apa, tiba-tiba bu direktur menyiapkan paklaring yang isinya kami mengundurkan diri,” keluhnya.(rp1/c)

Komentar Anda