Beranda Ekonomi

PHRI Bidik Seluruh Hotel dan Restoran

BERBAGI

PELANTIKAN: Para pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor usai pelantikan pengurus periode 2017-2022.

BOGOR–Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor membidik seluruh hotel dan restauran masuk dalam keanggotaan. Para pengurus periode 2017–2022 yang baru dilantik pun kini gencar menambah anggota baru.

Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, selama dibentuk kurang lebih 20 tahun, keanggotaan PHRI masih kecil dibandingkan dengan jumlah hotel dan restoran yang ada. Di Bogor, tercatat ada 680 restoran dan 100 kurang lebih hotel dengan berbagai level bintang.

“Dari 680 restoran itu baru empat yang gabung. Kalau hotel, dari 100 dengan jumlah ribuan kamar, paling 70 yang gabung. Restoran selama lima tahun ini bisa gabung lebih banyak,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Semakin banyak restoran dan hotel yang bergabung dengan PHRI maka dapat terus berkembang. Terpenting, kata dia, persaingan akan semakin sehat, sehingga tidak merugikan satu sama lain. Bahkan, bisa mengembangkan usaha bersama.

Tidak hanya menambah anggota dan melakukan berbagai program, Yuno dan timnya ingin Pemerintah Kota Bogor mendukung program-program PHRI.
“PAD Kota Bogor tersebar itu dari restoran dan hotel. Kami meminta Pemkot Bogor bisa bantu,” katanya.

Terlebih, kata Yuno, pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk ke Pemkot Bogor berasal dari hotel dan restoran. PAD dari restoran bisa mencapai Rp91 miliar dan hotel Rp74 miliar. Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya berharap, PHRI dapat bersinergi dengan Pemerintahan Kota Bogor. Terutama membuat Bogor lebih baik dan berkembang sebagai salah satu kota tujuan wisata.

“PAD dari restoran dan hotel sangat besar. Bisa bersinergi, apalagi Bogor sebagai alternatif tujuan wisata. Bukan hanya tamu dari luar negeri, tapi juga wisatawan domestik,” terang Bima.

Dari angka kunjung saat ini, wisata domestik yang datang ke Bogor saja sudah mencapai 300–400 ribu, belum termasuk wisata luar negeri terutama dari negara ASEAN.

Kota Bogor juga saat ini masih bertumpu pada jasa dan pariwisata yang mencapai 80 persen dan 32 persen berasal dari kuliner. Dengan makin serius digarap, kuliner dan wisata Kota Bogor akan makin berkembang. Ke depannya, untuk mendukung wisata, Bima akan terus membenahi infrastruktur serta membuat konsep agar keunggulan yang ada di Bogor semakin menonjol.(mer/c)

 

Komentar Anda