Beranda Metropolis

Baru Tujuh Proyek Fisik Terealisasi

BERBAGI

BOGOR–Realisasi proyek pembangunan fisik di Kota Hujan berjalan lamban. Memasuki bulan kedelapan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor baru bisa merealisasikan tujuh proyek dari 20 program pembangunan fisik yang direncanakan.

Itu pun sebagian pembangunan fisik yang meliputi pembangunan drainase, jalan, jembatan, serta prasarana pedestrian, masih dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor, Wawan Gunawan, ada 20 program pembangunan yang tahun ini akan dilaksanakan. “Tujuh program di antaranya sudah melalui proses lelang, dan saat ini sudah ada yang dikerjakan dan baru akan dilaksanakan,” ujarnya.

Wawan menyebutkan, dari tujuh program yang sudah dan sedang dalam tahap pekerjaan, antara lain, pembangunan jembatan dan tembok penahan tanah (TPT) jalan Babakan Pasir Mas, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat. Anggaran untuk pembangunannya senilai Rp1,3 miliar, dengan waktu pengerjaan selama 120 hari kerja.

“Pembangunan yang juga sedang dilaksanakan, yakni rehabilitasi jembatan Jalan NV Sidik. Anggaran rehabilitasi jembatan ini menelan dana senilai Rp586 juta lebih, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja,” kata Wawan.

Selain pembangunan jembatan, pihaknya pun saat ini sedang membangun drainase dan trotoar di Jalan Kapten Yusuf, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, serta pembangunan Jalan Tumenggung Wiradireja sepanjang 263 meter. Nilai kontraknya sebesar Rp880 juta lebih dengan waktu pelaksanaan 120 hari kerja.

Sementara untuk pembangunan jalan dan jembatan yang akan segera dilaksanakan, yakni peningkatan struktur Jalan Pulo Empang sepanjang 399 meter, peningkatan struktur Jalan Roda sepanjang 520 meter, peningkatan Jalan Aria Suryawinata sepanjang 910 meter, dan pengecoran Jalan R Aria Surialaga sepanjang 825 meter.

“Untuk pengecoran Jalan R Aria Surialaga pagu anggarannya Rp4,3 miliar. Sementara pengecoran Jalan Aria Suryawinata nilai kontraknya Rp4,1 miliar, dan peningkatan struktur Jalan Pulo Empang nilai kontraknya Rp1,8 miliar,” bebernya.

Wawan menerangkan, peningkatan jalan tersebut semuanya dilakukan pengecoran dan tidak di-hotmix atau pengaspalan. “Jadi, kegiatan pengecoran dari Jalan R Aria Surialaga, Pulo Empang, dan Suryawinata disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan karena adanya pekerjaan tersebut. Kami imbau kepada warga untuk menghindari jalan tersebut dan mencari alternatif jalan, karena mungkin akan ada kemacetan,” ujarnya.

Mengenai rekayasa lalu lintas di wilayah tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan Dinas Perhubungan Kota Bogor.(wil/*)

Komentar Anda