Beranda Berita Utama

Bahas Peningkatan Hubungan Kerja Sama

BERBAGI
BILATERAL: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Viktorovich Lavrov (kiri) di gedung Kementerian Luar Negri, Jakarta, Rabu (9/8). Pertemuan ini salah satunya membahas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia soal konsultasi.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JAKARTA–Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, kemarin (9/8). Pada pertemuan bilateral itu, kedua menlu sepakat untuk meningkatkan kerja sama di antara kedua negara. ”Kami berbicara mengenai upaya untuk renew comprehensive partnership jadi strategic partnership,” tutur Retno.

”Tim juga sudah mulai menyiapkan strategic partnership-nya.” tambah dia.

Selain membicarakan peningkatan kerja sama, kedua menlu juga secara detail membahas rencana kerja sama dalam berbagai bidang. Lavrov menuturkan, pihaknya sudah sepakat untuk melanjutkan kerja sama perdagangan dan ekonomi.

”Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut dalam sesi Komisi Antarpemerintah untuk Perdagangan dan Ekonomi yang sudah kita sepakati akan diadakan Oktober nanti di ibu kota Rusia,” ungkap Lavrov.

Dalam dua tahun terakhir, Retno menjelaskan, neraca perdagangan Indonesia-Rusia mengalami peningkatan. Pada 2016, tercatat terjadi peningkatan sebesar USD 2,11 miliar atau 6,33 persen dari tahun sebelumnya.

”Pada periode Januari-Mei 2017, neraca perdagangan naik USD 1,12 miliar atau meningkat 54,43 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Yakni US$ 726 juta,” terang Retno.

”Tadi juga sempat membahas soal FTA (Free Trade Area) Eurasian Economic Union. Indonesia mengharap­kan dukungan Rusia agar bisa bergabung ke sana,” tambahnya.
Kerja sama di bidang teknik militer juga menjadi pembahasan pada pertemuan tersebut. Lavrov mengatakan, Rusia tertarik untuk mendukung kemampuan Indonesia dalam menangkal segala bentuk ancaman. Pada pertemuan tadi, Lavrov dan Retno juga cukup banyak membahas tentang ancaman terorisme yang sudah menjadi ancaman global.

Retno menambahkan, di bidang politik dn keamanan, Indonesia dan Rusia sudah punya kerja sama. Menurut Retno, Indonesia dan Rusia sudah memulai dialog mengenai isu-isu strategis. Seperti keamanan siber, intelijen, kontraterorisme, kontraekstremisme kekerasa, dan industri strategis.

Di bidang lain, Rusia juga punya banyak proyek menarik yang berkaitan dengan Indonesia. Bulan ini, Moskow akan menyelenggarakan festival Indonesia lainnya. ”Biasanya acara semacam itu sangat menarik. Ini menjadi ajang pertukaran tim, delegasi, termasuk daerah Rusia dan provinsi-provinsi di Indonesia. Kami aktif mendukung ini,” terang Lavrov.

Dalam kesempatan ini, kedua menlu turut mendiskusikan isu Laut Tiongkok Selatan, denuklirisasi Korea Utara, tensi tinggi antara Israel-Palestina, kerja sama intelijen dan terorisme, serta geopolitik Rusia dengan Indonesia dan ASEAN.(and)

Komentar Anda