Beranda Ekonomi

Holcim Geber Proyek GBK

BERBAGI
PROYEK: Holcim mendapat kepercayaan menggarap proyek peremajaan kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta sebagai bagian dari persiapan Asian Games 2018.

GUNUNGPUTRI–Di tengah kondisi pasar yang dinamis dan tidak seimbangnya antara pasokan terhadap permintaan, menyebabkan PT Holcim Indonesia Tbk mengalami penurunan penjualan sebesar 10 persen, menjadi Rp4,288 miliar.

Asosiasi Perusahaan Semen Indonesia menyatakan, konsumsi semen nasional tercatat hanya mencapai 29 juta ton pada semester pertama tahun ini atau turun 1,2 persen dari periode yang sama tahun lalu. Perlambatan penyerapan dari sektor perumahan dianggap sebagai penyebab selain libur panjang yang menunda proyek-proyek pembangunan pada periode enam bulan pertama tahun ini.

Semester kedua diproyeksikan akan terjadi peningkatan seiring dengan kembali aktifnya kegiatan konstruksi dan sentimen positif terhadap estimasi proyek-proyek yang dilakukan, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Berbagai upaya kini dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Anatar lain, menawarkan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam. Bahkan, saat ini Holcim dipercaya mendukung peremajaan kompleks olah raga nasional, Gelora Bung Karno (GBK) sebagai bagian dari persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Holcim menyediakan ThruCrete dan ColorCrete untuk proyek ini, yang mengungguli pesaing melalui uji produk dalam hal kualitas dan proses aplikasi.

CEO PT Holcim Tbk, Gary Schutz mengatakan, dengan mengantisipasi kebutuhan pelanggan, Holcim memberikan nilai tambah melalui solusi inovatif dan keahliannya. “Inilah yang membedakan kami dengan pesaing, dan tujuan utama kami adalah menciptakan nilai tambah untuk jangka panjang,” ujar Gary.

Holcim memiliki banyak hal untuk ditawarkan selain bahan bangunan. Dari solusi, keahlian, dan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam. Selain itu, Holcim juga harus dapat menangkap peluang keberlanjutan.

Komitmen Holcim untuk inovasi dan memberikan nilai tambah tidak berhenti pada produk saja. Perusahaan baru-baru ini juga mengadakan peletakan batu pertama dan penandatanganan nota kesepahaman untuk fasilitas pengelolaan limbah perkotaan (municipal solid waste) sebagai pengganti bahan bakar turunan (refuse derived fuel) yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah pada akhir Juli lalu.

Proyek kolaborasi antara Holcim, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan, serta Pemerintah Denmark ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2018.

Fasilitas itu dirancang untuk mengolah hingga 120 ton limbah domestik per hari dengan metode biodrying, dan menjadi pengganti bahan bakar pada produksi semen Holcim di Cilacap.

“Proyek ini diharapkan dapat menjadi percontohan untuk mengatasi masalah limbah perkotaan dan menciptakan nilai tambah untuk pelestarian lingkungan di Indonesia,” tandasnya.(mer/c)

Komentar Anda