Beranda Berita Utama

24 Jam, Tiga Tewas Mengenaskan

BERBAGI

BOGOR–Tiga peristiwa kematian mengenaskan terjadi sepanjang Ahad (6/8) kemarin. Seorang ibu muda tewas gantung diri di Bogor Selatan. Tak berapa lama, seorang pekerja bangunan ditemukan tewas usai memasang instalasi listrik di sebuah rumah di Kelurahan Nangewer. Nyaris di waktu bersamaan, Polsek Parung mengevakuasi penumpang kereta api yang tewas setelah kejang-kejang di Stasiun Cilejit.

Informasi yang dirangkum Radar Bogor, seorang ibu bernama Juju Juhaeni (28), nekat gantung diri di kamar mandi rumahnya, RT 04/10 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Polsek Bogor Selatan menemukan surat yang ditinggalkan korban untuk suaminya.

Saat ditemukan tewas, suami Juju yang bernama Syukur Lafau (30), sedang tak di rumah. Diduga, keduanya memang sedang terlibat masalah. “Saat kejadian, suaminya masih menginap di rumah temannya. Diduga dia bunuh diri karena masalah ekonomi,” kata Ketua RT setempat, Awi.

Juju pertama kali ditemukan oleh putranya, Reza (5). Saat itu, pukul 05.00 pagi, Reza baru terbangun dari tidur. Tiba-tiba ia menjerit menyaksikan ibunya sudah tergantung di kamar mandi. Jeritan Reza sampai membangunkan tetangga yang juga merupakan kakak korban, Heti Susilawati (31).

Korban tewas dengan kondisi leher yang terikat seutas tali tambang berbahan plastik bekas. “Korban ditemukan di kusen kamar mandi. Warga langsung lapor ke Polsek Bogor Selatan,” kata Awi.

Di tempat terpisah, seorang pekerja bangunan, Kusnanto (60), tewas saat memasang instalasi listrik di rumah milik Yohanes Kristanto (35), di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Saksi mata mengatakan, setelah beberapa lama berada di plafon rumah, tiba-tiba Kusnanto menjerit. “Saksi pemilik rumah dan satu saksi lainnya mendengar jeritan korban, selanjutnya saksi pemilik rumah langsung mematikan arus listrik rumah,” jelas Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena.

Meski arus listrik sudah dimatikan, tapi tidak ada jawaban ketika korban diteriaki dari bawah. Merasa khawatir, Yohanes bersama ketua RT setempat Asep Sayogi bergegas naik ke atas plafon.

Benar saja, ketika dihampiri korban sudah tidak bernyawa. Kusnanto ditemukan dalam kondisi tengkurap pada sebilah bambu. “Diduga tersengat listrik. Selanjutnya saksi pemilik rumah menghubungi warga dan pihak Polsek Cibinong. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 14.00,” ungkap Ita.

Tak berapa lama, Polsek Parung mengevakuasi penumpang kereta api yang tewas setelah kejang-kejang di Stasiun Cilejit. Korban bernama Nata (43), terlihat kejang-kejang ketika masih dalam perjalanan.

Penumpang yang naik kereta dari Stasiun Rangkas itu terpaksa diturunkan oleh petugas di Stasiun Cilejit. “Diturunkan di Stasiun Cilejet, tak lama kemudian korban meninggal di stasiun,” ungkap AKP Ita.

Setelah dikeluarkan dari kereta, korban dibawa menggunakan tandu ke salah satu ruangan yang ada di Stasiun Cilejit. Petugas kemudian menghubungi keluarga korban.

“Jenazah sudah dibawa keluarga ke Rangkas. Menurut informasi dari keluarga bahwa korban saat perjalanan sedang sakit,” tandasnya.(rp1/c)

Komentar Anda