Beranda Metropolis

Lumpuhkan Teroris Penyandera Wali Kota

BERBAGI
SIMULASI: Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Daud Nedo Darenoh diikat tangannya dalam skenario penyelamatan terorisme di gedung Bapenda, kemarin (4/8).

BOGOR – Suasana Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor kemarin pagi (4/8) begitu mencekam. Sekelompok teroris menyerbu kantor yang berlokasi di Jalan Pemuda tersebut, ketika Wali Kota Bogor Bima Arya sedang mengadakan rapat dengan para pejabat. Berbekal senjata lengkap teroris mengancam membunuh Bima dan sandera jika permintaanya tidak dikabulkan.

Tak lama kemudian sepeleton pasukan khusus datang untuk mengamankan lokasi. Dari berbagai penjuru pasukan TNI mendekati lokasi penyanderaan. Baku tembak pun tidak bisa terhindarkan. Suara desing peluru terdengar hinga ke luar kantor. ‘Perang” singkat itu pun berakhir dengan berhasil diselamatkannya Bima dan pejabat pemkot dari penyanderaan.

Ya, aksi penyergapan ini bukanlah kejadian sesungguhnya, melainkan simulasi pengamanan teroris yang dilakukan Korem 061/Suryakancana. Kepala Penerangan Korem 061/Suryakencana, Mayor Inf Lukman Hakim mengatakan, aksi pembebasan sandera VIP ini, merupakan simulasi rutin yang diagendakan korem.

” Ini bentuk latihan kesiapsiagaan korem dan jajarannya. Kita menjadikan kepala daerah dan tokoh, dalam hal ini Wali Kota Bogor sebagai objek sanderanya. Skenario pembebasan tawanan (beswan) tersebut beliau disandera oleh orang tidak dikenal dari tadi malam, dan berhasil kita bebaskan,” jelasnya.

Dengan mengerahkan pasukan Raider 300, yang berposisi di Cianjur dan merupakan pasukan aodam, ada dua tim dengan 30 orang yang berusaha menyelamatkan Bima Arya. ” Intinya, itu hanya pelatihan agar anggota kita lebih waspada,” ucap dia.

Dia membeberkan ada dua lokasi yang ada di dalam skenario. Selain pembebasan Bima Arya di Gedung Bapenda Kota Bogor, para penjahat bersenjata lengkap juga berencana meledakan salah satu instalasi di sekitaran pabrik Goodyear yang merupakan aset negara. “Ini juga merupakan latihan PJD atau pertempuran jarak dekat.

Sebelum VIP diselamatkan juga ada baku tembak antara anggota dan penyandera. VIP lansung diamankan di Kodim Kota Bogor,” terangnya lagi.

Lukman menegaskan, simulasi ini sama sekali tak berhubungan dengan isu yang ada saat ini di Kota Bogor. “Ini memang program tahunan. Lokasi memang kodam yang menentukan, kebetulan kali ini di Kota Bogor. Untuk durasi pembebasan sendiri kurang lebih memakan waktu hampir dua sampai tiga menit,” tandasnya. (wil/c)

Komentar Anda