Beranda Metropolis

Lebih Dekat dengan Tim Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia

BERBAGI

Lebih Dekat dengan Tim Ekspedisi Merah Putih Pajero IndonesiaMampir ke Bogor Sebelum ke Timor Leste
Klub Pajero Indonesia One (PI-One) melakukan perjalanan keliling nusantara yang dimulai dari Sabang di barat sampai Dili, Timor Leste di timur. Kemarin (4/8), mereka berkesempatan singgah di Kota Hujan setelah menaklukan pulau Sumatera.

Laporan : Wilda Wijayanti

Ketua Umum Pajero Indonesia One Chapter Bogor Raya, Arham Rahim mengungkapkan, Tim Ekspedisi Merah Putih memulai perjalanan dari Sabang sedari tanggal 29 Juli dan dijadwalkan finish 12 Agustus mendatang di Timor Leste.

 

“Sekarang (kemarin;red) transit di Kota Bogor sebagai tuan rumah Ekspedisi Merah Putih, akan melanjutkan perjalanan ke Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, Mataram, Bali dan sampai ke Timor Leste,” kata Arham.

Dari Bogor kata dia, ada tim yang ikut serta meski hanya akan menjadi pengiring hingga ke Bandung. Sejauh ini, Chapter Bogor memang belum mengirimkan perwakilannya, sebab adanya beragam kesibukan dan tidak semua mobil mampu melakukan perjalanan dari Sabang hingga Timor Leste.

“Tahun depan ada rencana menyumbangkan satu anggota.  Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi orang lain agar menggelorakan Merah Putih, menggelorakan Bhinneka Tunggal Ika yang sedang surut di Indonesia,” jelas Arham.

Ketua Umum Pajero Indonesia One, Wahyu Hariadi menambahkan, perjalanan dari Sabang menuju ke perbatasanTimor Leste diperkirakan berjarak 6.122 kilometer. Ekspedisi merah putih ini tidak lain ingin menggelorakan semangat persatuan. “Kami ingin apa yang dilakukan bisa memotivasi, menggelorakan kembali bahwa keberagaman itu keniscayaan. Dan itu yang membuat kita kuat,” tuturnya.

 

Touring west to east ini juga  sekaligus  mempromosikan potensi pariwisata di daerah-daerah yang dilintasi. Ke depan, tim akan melanjutkan ekspedisi ke Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua.  “Kendaraan utama ada 9 dengan 30 peserta, tapi di setiap perlintasan diramaikan, total per wilayah 30-40 kendaraan.

Kenapa hanya 9, karena mempertimbangkan perbatasan di wilayah timur yang ada hanya kapal-kapal kecil, agar rangkaian bisa nyebrang bersama-sama,” tuturnya.

 

Menurut Wahyu, tidak ada kendala yang berarti, soal kendaraan bagus dan handal, namun lebih kepada faktor fisik. Disisi lain ekspedisi ini pun tidak memaksakan untuk tidak istirahat, tapi diperbolehkan singgah atau berhenti. “Ada kegiatan lokal yang di arrange oleh teman-teman chapter,” tandasnya. (wil/c)

Komentar Anda