Beranda Metropolis

Kasatpol PP: Saya Siap Dicopot

PROTES: Ratusan massa yang tergabung dalam PMII Kota Bogor melakukan aksi unjuk rasa kemarin (2/8). Mereka menuntut agar Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi dicopot.

BOGOR–Seteru antara Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kian mele­bar. Setelah melaporkan anggota Satpol PP ke polisi dengan tuduhan dugaan pengeroyokan. Kali ini, PMII Kota Bogor berencana membuka kasus korupsi di tubuh penegak perda tersebut.

[ihc-hide-content ihc_mb_type=”block” ihc_mb_who=”unreg” ihc_mb_template=”3″ ]

Ancaman itu diungkapkan Ketua PMII Kota Bogor, Fahrizal, usai melakukan aksi unjuk rasa di halaman Balaikota Bogor, kemarin (2/8). “Kami ingin Kasatpol PP dicopot, untuk diberhentikan. Yang kedua usut korupsi yang ada di tubuh Satpol PP, pengadaan barang dan banyak lah pasti itu. Nanti kita akan ke Kejaksaan melaporkan ini,” jelasnya kepada wartawan di halaman Balaikota.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggalang massa dari berbagai organisasi jika tuntutan­nya tidak dikabulkan wali kota. Bahkan, pihaknya rela melakukan aksi secara rutin sampai tuntutannya dituruti. “Kita akan menggalang massa dari berbagai organisasi, artinya Bima Arya ikut campur dari kasus itu, sehingga Bima Arya sudah tidak pantas lagi menjabat sebagai kepala daerah,” terangnya.

Fahrizal menganggap Satpol PP Kota Bogor sudah mencemar­kan nama PMII Kota Bogor dengan tudingan melakukan pelecehan terhadap anggota Srikandi Satpol PP Kota Bogor saat aksi di depan Balaikota Senin (31/7). Padahal, menurut­nya, saat itu kondisi sedang ricuh sehingga kontak fisik tak terhindarkan.

Pihaknya pun melaporkan balik ke Polresta Bogor Kota atas dugaan kekerasan yang dilakukan anggota Satpol PP Kota Bogor sehingga mengaki­bat­kan salah satu anggotanya luka memar. “Pendapat masya­ra­kat harusnya diterima, dalam hal ini kami digebukin, dipukulin dan sebagainya,” kata pria yang akrab disapa Obama ini.

Menanggapi permintaan PMII Kota Bogor, Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi menyerahkan masalah itu kepada wali kota. Menurutnya, sebagai PNS, sehari setelah dilantik pun harus siap untuk dimutasi kembali. “Ya, itu kan dikembalikan ke pimpinan, kan prosedurnya begitu, kinerja kan yang melihat pimpinan. Kalau PNS, begitu dilantik, mesti siap besoknya mundur, besoknya untuk dimutasinya kembali, itu biasa,” katanya.

Mengenai dugaan kekerasan yang dilakukan Satpol PP terhadap anggota PMII, dirinya mengatakan bahwa kondisi saat aksi unjuk rasa pada Senin (31/7) memang ricuh, sehingga kontak fisik tak terelakkan. “Posisinya waktu itu tuh chaos, ya begitulah kondisinya,” tandasnya.

Sementara itu, suasana aksi unjuk rasa PMII Kota Bogor di Balikota kemarin (2/8) berbeda dari biasanya. Penjagaan polisi dan Satpol PP tidak terlalu ketat hingga akhirnya masa pendemo merangsek masuk dengan menumbangkan pintu pagar Balaikota.

Di halaman Balaikota, ratusan mahasiswa yang berdemo sempat melakukan teatrikal dengan mengenakan topeng bergambar wajah Herry Karnadi dan Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah yang dibubuhi dengan tanduk ber­warna merah. Tak hanya itu, foto-foto bergambar wajah tersebut lantas disulut api setelah disiram bensin.(rp1/c)

[/ihc-hide-content]

 

Baca Juga