Beranda Olahraga All Sport

Kutukan Final

BERBAGI

TURIN-Juventus masih diunggulkan pada final Liga Champions, di Cardiff, Minggu (4/6) dini hari WIB. Apalagi, berdasarkan sejarah, tim-tim Italia selalu memenangkan Liga Champions, setiap tujuh tahun sekali.

Pertama, Juventus meraih gelar juara Liga Champions pada 1996. Tujuh tahun kemudian AC Milan meraih gelar Liga Champions pada 2003. Tujuh tahun selanjutnya, Inter Milan yang meraih titel terhormat itu pada 2010.

Kendati pernah meraih juara, Juventus bisa dibilang dihantui kutukan final Liga Champions. Maklum saja, dari delapan kali tampil di final ajang ini, mereka hanya dua kali menjadi juara. Itu terjadi pada 1984-1985 dan 1995-1996.

Sementara itu, Juventus gagal pada musim 1972-1973, 1982-1983, 1996-1997, 1997-1998, 2002-2003, dan 20142015. Juventus pernah dua musim beruntun gagal di final yakni pada 1996-1997 dan 1997-1998.

Begitu juga bagi Real Madrid. Sebab, sejak kompetisi Piala Champions berganti nama menjadi Liga Champions pada 1992, tidak ada satu pun klub yang bisa menjuarai dua kali berturut-turut.

Sejumlah tim yang pernah meraih juara, selalu gagal di musim selanjutnya. Seperti AC Milan. Setelah menyabet titel juara pada edisi 1993–1994, mereka tumbang dari Ajax Amstedam dalam final musim berikutnya.

Begitu pun dengan Ajax. Setelah meraih kemenangan, mereka kalah di musim berikutnya dari Juventus pada 1995-1996. Kendati demikian, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri meyakini bahwa kutukan itu tak lagi mempan pada musim ini.
Dia pun tak mengkhawatirkan rekor buruk di final jelang menghadapi Real Madrid. “Saya tak memikirkan rekor buruk Juventus di final Liga Champions. Bahkan, saya meyakini itu tak lagi mempan pada musim ini,” sebut Allegri seperti dilansir Soccerway. “Tak selamanya hasil negatif terus menghantui. Suatu saat akan menjadi positif dan kini saat yang tepat,” tukasnya.

Allegri menambahkan bahwa dirinya merasa dinaungi keberuntungan luar biasa pada musim ini. Dia pun yakin itu akan berlanjut di final Liga Champions nanti. Motivasi untuk meraih treble winners sangat kuat. Selain itu, ambisi balas dendam terhadap Madrid juga begitu tinggi.(dkw/jpg)

Baca Juga