Beranda Berita Utama

Bom Meledak, Istri Pindah ke Bogor

BERBAGI
GELEDAH: Tim Gegana Polda Jambi dan Densus 88 melakukan penggeledahan kediaman terduga teroris di RT 35 Kampung Bugis, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. FOTO: M RIDWAN-JAMBI EKSPRES

BOGOR–Polisi kembali mengend us tempat tinggal terduga teroris di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Kemarin (30/5), sebuah rumah kontrakan di Kampung Tegalsapi RT 01/06, Desa Sukaluyu, Kecamatan Ta mansari, Kabupaten Bogor, digeberek anggota Densus 88 Antiteror.

Dari lokasi ini, polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga merupakan istri pelaku teror bom panci Kampung Melayu.

Suasana di Kampung Tegalsapi tadi malam ramai lalu lalang warga. Perhatian mereka tertuju pada sebuah rumah kontrakan yang berada tepat di tepi jalan desa. Halaman rumah itu dipagari pita kuning bertuliskan garis polisi.

“Ke depannya, warga harus lebih teliti menerima orang baru di lingkungan. Sejak datang, orangnya belum pernah melapor ke RT. Untuk Tamansari sudah pernah terjadi (terduga teroris bermukim di lingkungan warga, red),” ujar Kepala Desa Sukaluyu, Syarif Hidayat, ditemui Radar Bogor tadi malam.

Pernyataan Syarif itu merujuk pada peristiwa kemarin sore, di rumah yang masih terpampang papan bertuliskan ”Dikontrakkan’’ tersebut. Sore sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan petugas Densus 88 Antiteror bersama personel Polres Bogor dan polsek setempat, menggerebek rumah itu. Kuat dugaan, penghuni rumah berinisial H, yang baru menyewa Kamis (25/5), merupakan istri salah satu pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5). H masuk ke kontrakan, sehari pascaaksi bom bunuh diri di ibu kota.

Si empunya rumah, Anang Rosadi (54), mengatakan, awalnya, Senin (22/5), ia menerima telepon dari seorang perempuan bernama H. Entah mendapat informasi dari mana, tapi H mengaku hendak menyewa rumah yang baru saja selesai dibangun itu. “Setelah disepakati harga Rp2,2 juta per dua bulan, akhirnya Rabu malam (24/5), dia (H, red) mulai tinggal di sini,” tuturnya.

Sedari awal, kata Anang, perempuan bercadar itu tak mengungkapkan identitas lengkapnya. H mengaku kartu identitasnya sedang diurus. “Bilang kalau suaminya kerja di luar kota. Saya juga tidak menyangka kalau itu adalah istri yang bom di Jakarta,” ucapnya.

Anang melanjutkan, pada Minggu (28/5), ia sempat bertemu seorang pria paruh baya. Pengakuan H, orang tersebut merupakan orang tuanya. “Ngakunya dari Bandung. Anaknya ada lagi yang di Cianjur. Si bapak sendiri tinggal di Parung. Saya ketemu waktu itu, karena saya ngontrol saja. Masih ada yang perlu direnovasi,” ujarnya.

Tetangga H, yang ikut nimbrung obrolan, menambahkan, selama tinggal di rumah itu, H tidak pernah berbincang-bincang dengan warga. “Yang saya ingat, pindahannya malam-malam,” tutur tetangga H, Encep Aji (36). Menurut Encep, perempuan yang ditangkap Densus 88 itu sering berkomunikasi dengan Yayasan Ibnu Mas’ud. Lokasinya, tak jauh dari kontrakan.

Soal penggerebekan ini, Kapolsek Tamansari Iptu Nurhidayat mengatakan bahwa pihaknya sebatas melakukan pengawalan. Semua kegiatan ditangani langsung oleh personel Densus 88. “Kami hanya mengamankan. Diduga istri pelaku bom di Kampung Melayu,” kata Nurhidayat.

Selain mengamankan H, belasan petugas juga menggeledah isi rumah kontrakan tersebut. Sejumlah barang diidentifikasi dan dibawa ke dalam mobil polisi. Aksi ini sempat menjadi tontonan warga sekitar, saat satu mobil taktis Polri menutupi lokasi.

Untuk diketahui, wilayah pedalaman Kabupaten Bogor memang kerap dijadikan tempat ”persembunyian” terduga teroris atau kerabat mereka yang memiliki keterlibatan dalam aksi teror. Pada Rabu (17/8/2016) Densus 88 mengamankan pria berinisial MK yang diduga terlibat jaringan teroris bom bunuh diri Nur Rohman di sebuah rumah Jalan Mercedes Benz, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. MK diduga terlibat pendanaan untuk tersangka teroris berinisial DW yang ditangkap petugas di Lampung.

Kemudian, Jumat (15/1/2016), rumah kontrakan yang dihuni SN bin JN di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, digerebek petugas Densus 88. Penggerebekan terkait pengembangan kasus pengeboman di Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta.

Kasus serupa, Rabu (1/12/2014), Densus 88 menggereb ek rumah di kompleks Alamanda Blok H, Nomor 19, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang diduga sebagai tempat tinggal salah seorang terduga teroris. Lalu pada Sabtu (27/10/ 2012), rumah kos di Jalan Raya Ciapus, Kampung Cikaret, Kelurahan Cikaret, Bogor, digerebek petugas Densus 88. Petugas juga mengamankan sepasang suami istri. Penggerebekan terduga teroris tersebut terkait jaringan dari Solo.(don/ded/d)

Baca Juga