Beranda Berita Utama

Niat dan Daya Gerak Psikologis

PERNAHKAH Anda membedakan rasa lapar di siang hari bulan Ramadan dengan bulan lain? Rasa lapar pada jam satu siang di bulan Ramadan tidak akan begitu terasa dibanding rasa lapar di bulan lain di mana kita tidak puasa. Kenapa?

Karena di bulan Ramadan kita sudah memancangkan niat akan puasa. Sedangkan di bulan lain, karena kita tidak berniat puasa maka laparnya akan sangat terasa; bahkan badan terasa gemetar, mata berkunang-kunang dan badan terasa sangat lemas.

Menurut para ahli kesehatan, enzim-enzim dalam tubuh orang berpuasa sudah bersiap- siap mengadaptasikan dirinya untuk tidak menerima zat makanan selama 14 jam. Sedangkan enzim orang yang tidak berpuasa akan bereaksi pada jam seharusnya dia menerima zat makanan. Karena itulah ia akan merasa lapar bila jauh melewati jam di mana dia harus makan.
Itulah dampak dari niat. Ia bisa menimbulkan energi dan kekuatan. Niat puasa akan menimbulkan energi dahsyat bagi yang melakukannya hingga tiba magrib.

Dalam kehidupan sehari-hari, niat yang kuat juga akan berdampak positif untuk mewujudkan keinginan kita. Seorang yang ingin menghentikan kebiasaan buruknya merokok akan bisa menghentikannya apabila dalam dirinya sudah dipancangkan niat berhenti. Tapi kalau setengah-setengah menetapkan niatnya, maka mustahil ia dapat menyetopnya. Maka, jadikanlah bulan Ramadan ini momentum untuk berhenti merokok.

Allah SWT pun menjamin dengan firmannya: Barangsiapa bersungguh-sungguh berjihad di jalanku maka akan Aku tunjukkan jalan-jalanku.

Dalam ajaran Islam, rukun pertama dari semua ibadah adalah niat. Orang mau wudu, salat, puasa, dan haji adalah niat. Tanpa niat yang dipan- cangkan maka ibadah itu menjadi tidak sah.

Secara sederhana niat itu artinya getaran batin , atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan istilah gerentes hate . Niat dalam arti tersebut di atas berfungsi menentukan jenis ibadah. Orang masuk masjid jam 04.40 misalnya, dia bisa langsung salat dua kali masing- masing dua rakaat. Dua rakaat pertama salat tahiyyatul masjid, dua rakaat lagi salat qobliyah subuh. Tapi, orang itu belum dikatakan sudah salat Subuh, karena belum niat salat Subuh. Ketika dia takbir dengan niat salat Subuh maka lengkaplah sudah dia melaksanakan ibadah saat terbit fajar. Di sini niat berfungsi menetukan jenis shalat. Orang berpuasa di luar bulan Ramadan pada hari Senin. Kita bisa tanya niatnya puasa apa. Kalau niatnya untuk puasa sunah maka kalau dia punya utang puasa yang harus diqodho maka niat puasa sunah tadi tidak bisa menggugurkan puasa qodho yang sifatnya wajib. Kenapa? Karena dia belum atau tidak berniat puasa qodho.

Niat juga berfungsi menentukan kualitas amal. Amal yang berkualitas adalah yang disertai niat karena Allah. Dan amal yang kualitasnya rendah bahkan tidak ada nilainya adalah yang disertai niat selain Allah. Bisa karena ingin pujian, ingin mendapatkan popularitas, ingin mendapatkan keuntungan materi atau sekadar kebanggaan pribadi (megalomania).

Tentang pahala niat, simaklah satu hadis yang sangat menarik dalam kitab Riyadussalihin. Dalam kitab tersebut terdapat hadis Nabi yang berbunyi: barangsiapa berniat melakukan kebaikan lalu ia melaksanakannya maka ia akan mendapatkan 10 pahala kebaikan. Tapi kalau niat baiknya tidak dilaksanakan maka ia mendapatkan satu pahala kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan keburukan lalu ia melaksakannya maka mendapat 10 dosa keburukan, tetapi siapa yang berniat melakukan keburukan tapi ia mengurungkan niatnya maka ia mendapatkan satu pahala kebaikan. Subhanallah. Tapi ingat, niat buruk yang diurungkannya harus karena Allah bahwa itu perbuatan buruk, bukan karena faktor yang lain. Seorang berniat mencuri tapi diurungkannya karena ketahuan oleh hansip maka hal ini tidak termasuk dalam kategori orang yang akan menapatkan pahala satu kebaikan, karena faktornya bukan karena takut kepada Allah tapi takut dipukuli hansip.

Marilah di hari baik dan bulan baik Ramadhan ini kita pancangkan niat untuk beribadah hanya karena Allah agar energi positif ibadah bisa menangkis segala macam godaan duniawi yang rendah dan sekaligus mendongkrak daya gerak psikologis untuk melakukan segala perbuatan terpuji. Selamat meniti jalan taqwa wahai pembaca yang sedang berpuasa.(*)

Baca Juga