Beranda Metropolis

Masjid Jangan Hanya Ramai di Awal Puasa

BERBAGI

BOGOR-endash Memaknai Ramadan dan hakikatnya menjadi tema ceramah pada kuliah subuh di Masjid Al-Muslihin, Sabtu (27/5) dini hari kemarin, yang disampaikan KH Adam Ibrahim.

Kuliah subuh tersebut juga dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya beserta istri Yane Ardian, Camat Bogor Barat Pupung W Purnama, lurah, dan tak ketinggalan masyarakat di sekitar kompleks IPB.

Dalam kuliah subuhnya, mantan Ketua MUI Kota Bogor itu mengajak kaum muslim untuk menjadikan awal Ramadan sebagai awal kebaikan, keselamatan, keberkahan, dan kesuksesan bagi semua karena sudah diberi kesempatan untuk menjalani bulan puasa di tahun ini. Semua nikmat itu bergantung pada umur. Maka dari itu, harus mensyukuri nikmat umur.

Umur manusia sekarang kan rata-rata hanya sampai 60 tahun, katanya.

Ia menerangkan, ada banyak amalan yang pahalanya dilipatgandakan Allah SWT selama di bulan Ramadan. Sebab, akan sangat merugi jika amalan atau ibadah tersebut tidak  dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Sebulan saja saum (puasa) yang bisa menghapus dosa- dosa kecil di masa lalu, salat Tarawih dan Qiyamullail (salat Tahajud), karena pada sepertiga malam Allah SWT akan mengabulkan semua doa dari hamba-Nya. Membaca Alquran menjadi keutamaan di bulan puasa karena Alquran diturunkan pada bulan Ramadan. Memperbanyak sedekah, hingga bagi yang mampu untuk melakukan iktikaf di masjid. Dan jangan sampai kita melewatkan malam Lailatul Qadar, yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan, terangnya.

Sementara itu, hal serupa juga dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya. Menurutnya, paling utama dari menyambut bulan suci Ramadan, yakni karena masih diberikan umur dan kesempatan. Banyak masyarakat yang mempersiapkan bulan Ramadan tetapi bukan mempersiapkan mental untuk perbaikan diri, melainkan hal duniawi. Ia mencatat, memasuki bulan Ramadan Kota Bogor menjadi lebih macet karena warga tumpah ruah di pasar untuk menyambut munggahan. Sementara di awal tarawih kemarin di Masjid Raya Bogor, saat di awal jamaah penuh, tapi di akhir salat hanya tinggal tiga saf.

Tak sampai di situ, kata Bima, menjelang Lebaran nanti Polresta Bogor Kota sudah memperingatkan untuk tetap waspada. Pasalnya, tingkat kriminalitas naik dan di akhir- akhir puasa mal akan lebih ramai daripada masjid.  Ini PR (pekerjaan rumah) dan catatan bagi kita semua dan diri sendiri, agar bekal kita di Ramadan tidak cukup hanya niat puasa saja, tetapi iman harus lebih baik setelah satu bulan berpuasa, pungkasnya.(wil/*)

Baca Juga