Beranda Olahraga Kickers

MALAM TERAKHIR DI ROMA

ROMA-Tujuh puluh ribu Romanisti bakal memenuhi Stadio Olimpico malam nanti. Mereka tidak sekadar ingin AS Roma bisa mengamankan posisi kedua, yang menjadi slot terakhir lolos otomatis ke Liga Champions, ketika menjamu Genoa.

Romanisti itu juga ingin memberikan tribut kepada Francesco Totti. Ya, Kamis (25/5), melalui laman Facebook-nya pemain dengan julukan Re di Roma (Pangeran Roma) itu memastikan bahwa malam nanti bakal menjadi malam terakhirnya bersama Giallorossi, sebutan Roma.

”Begitu mustahil bisa mengekspresikan perasaanku terhadap Roma,” ujar Totti dalam pernyataannya. ”Warna ini (kuningmerah) selalu menjadi warna yang penting bagiku sampai kapan pun,” lanjutnya. Karena itu, dalam sepekan terakhir, Totti Day begitu dibicarakan oleh publik di manamana.

Dari internal klub sendiri, Roma telah merilis jersey baru untuk musim depan, yang bakal dikenakan Er Pupone, julukan Totti. Totti juga mengundang semua rekan setimnya, minus allenatore Luciano Spalletti, untuk makan malam di Restoran La Pergola, sekaligus berpamitan kepada semua rekan-rekannya.

Rekan setimnya sekaligus wakil kapten, Daniele De Rossi, memberikan sebuah ucapan via Twitter untuk mengungkapkan bagaimana Totti adalah sosok yang legendaries bagi klub ibu kota Italia tersebut.

”Bermain bersama Francesco Totti, apalagi dalam waktu yang lama. Tentu tidak semua orang bisa mengalami hal itu,” kata De Rossi dalam video ucapannya seperti dilansir Corriere dello Sport. ”Adalah kehormatan bagiku bisa merasakan momen seperti ini,” lanjutnya.

Kebetulan, De Rossi merupakan pemain lain yang kontraknya habis di musim ini, dan berpeluang paling besar tidak dipertahankan.

Kemudian, saking grande-nya, jam pertandingan juga ditentukan pada pukul 18.00 waktu setempat atau 23.00 WIB. Jadi, setiap orang tua bisa mengajak serta anaknya untuk melihat sang Pangeran Roma.

Dari luar klub, tak dinyana, Totti mendapat tribut dari tifosi seteru, Lazio. Malah, yang mengucapkan adalah Irriducibili, kelompok terbesar dari Ultras Lazio. ”Musuh sepanjang masa menghormati Francesco Totti,” ujar Irriducibili dalam spanduk mereka. Gairah akan Totti Day bahkan terasa hingga Genoa.

Dilansir dari Football Italia, Walter Lapini, Profesor Literatur Yunani Universitas Genoa, menciptakan sebuah puisi untuk penyerang 40 tahun tersebut. Kumpulan puisi tersebut ditulis dalam bahasa Latin dengan judul Il Cucchiaio di Dio. Cucchiaio merujuk kepada tendangan chip yang menjadi ciri khas Totti. ”Puisi itu menggambarkan bagaimana Totti adalah pemain terhebat dalam 100 tahun terakhir,” ujar Football Italia dalam tulisannya.

Namun, segala tribut, maupun testimoni yang diberikan baik oleh kawan atau lawan, sepertinya masih belum menuntaskan satu pertanyaan besar, benarkah Totti bakal gantung sepatu musim ini? Sebab, dalam pernyataan lanjutan di Facebook-nya, pemain yang telah mengoleksi 785 penampilan sepanjang 25 tahun karirnya itu seolah menegaskan belum berpikir untuk pensiun di akhir musim ini.

”Sepak bola adalah gairahku, selalu seperti itu,” tutur Totti. ”Aku tidak bisa membayangkan jika harus mengakhirinya secepat ini. Karena itu, Senin nanti (29/5), aku siap untuk tantangan baru,” lanjut Totti. Situasi ini pun membuat beberapa koleganya menyarankan untuk tetap bermain jika Totti memang ingin bermain.(apu)

Baca Juga