Beranda Ekonomi

Melestarikan Bogor sebagai Garden City (5-Habis)

BERBAGI

Konsep the Garden City dari Howards, awalnya dirasakan kurang cocok dan tidak relevan untuk diterapkan di Australia, pada awal abad ke-20. Jumlah penduduk yang kecil, wilayah yang luas dan secara umum standar kualitas hidup di sana sangat baik. Namun, perencana wilayah di Australia banyak dipengaruhi oleh ide-ide yang berkembang di Inggris. Kemudian, mereka menerapkan prinsip-prinsip dari the Garden City yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Apa yang berkembang di Australia, tampaknya, lebih condong ke arah the Garden Suburb daripada the Garden City.

Karena daerah pinggiran kota juga berkembang berdasarkan prinsip-prinsip kenyamanan dan keindahan laiknya daerah pedesaan yang hijau. Di Australia, prinsipprinsip dan nilai-nilai dari gerakan the Garden City sangat jelas nampak pada perkembangan Kota Canberra. Karena pengembangan Canberra senantiasa dipengaruhi oleh keharusan perencanaan dengan nilai-nilai fundamental dari gerakan the Garden City.

1911-Griffin’s Canberra Perencanaan pembangunan Kota Canberra, pada 1912, Walter Burley Griffin menggunakan prinsip-prinsip perencanaan Garden City untuk mendukung desain daerah permukiman. The Griffin percaya bahwa prinsip-prinsip ini, dengan penekanan pada partisipasi masyarakat. Memiliki akses yang baik ke taman dan tempat kerja merupakan prinsip dasar, untuk sebuah desain perumahan dengan taman dan jalan-jalan perumahan yang memungkinkan penduduk untuk menikmati jalan kaki sepanjang jalan. Konsep ini dibangun di atas pengalaman pengembangan perencanaan Garden City.

1921Ibu Kota Federal John Sulman, ketua Komite Penasihat Capital Federal, bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana Griffin, mengambil pendekatan menata pinggiran kota taman Canberra sesuai dengan konsep aslinya di Inggris. Sulman menekankan pada ranah publik, taman dan jalan-jalan. Meskipun mendapatkan banyak saran dari banyak pihak, bahwa jumlah
bangunan berlantai satu sangat boros dan harus diimbangi dengan dua lantai. Dalam pandangan Sulman, penataan kota hendaknya didominasi oleh pohon-pohon dan taman dengan rumah-rumah tidak menggunakan pagar.

1927, parlemen pindah ke Canberra Perumahan permanen dibutuhkan untuk pegawai negeri dan keluarga mereka. Perumahan pemerintah dikembangkan dengan ukuran yang berbeda sesuai dengan jabatan/kedudukan dan tingkat pendapatan mereka. Perumahan itu dirancang dengan konsep modern, estetika, dan secara ekonomis, yang membangkitkan gaya hidup yang mereka inginkan.

Desain yang dirancang dengan konsep untuk mendapatkan sinar matahari optimal dan memenuhi kebutuhan gaya hidup di luar ruangan (outdoor). Canberra merupakan tempat hunian paling awal yang memiliki desain luar ruang yang dekoratif. Tempat tinggal secara visual menarik, contoh kohesif, dan dengan gaya arsitektur tradisional yang dirancang begitu baik.

1945, pengembangan setelah perang Dunia II Dalam pengembangan tahun pascaperang, pinggiran Canberra terus dikembangkan dengan perumahan sesuai konsep yang diusulkan oleh Sulman. Blok besar dengan jalan yang luas dan ruang terbuka pribadi di depan dan belakang blok. Kekurangan bahan dan tenaga kerja setelah Perang Dunia II membawa berbagai jenis rumah yang lebih sederhana.

Tempat tinggal Komisi Pembangunan Ibu Kota Nasional jauh lebih sederhana, dijadikan sebagai ‘background’ bangunan untuk berbagai kegiatan hidup, bekerja, dan bersantai di lingkungan taman yang menyenangkan.

1958, perencanaan suburban oleh nCDC Dari tahun 1950-an, perencanaan Canberra mengembangkan sebuah lingkungan berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan Radburn. Daerah pinggirannya memiliki blok besar dengan akses jalan untuk mobil dan koridor ruang terbuka yang menyediakan jalur pejalan kaki ke fasilitas masyarakat seperti pusat kota dan sekolah.

Karakter hutan perkotaan dan jalan-jalan memisahkan antara ranah publik dan ruang terbuka di blok. Pohonpohon tua dipertahankan keasliannya, sebagai elemen penting dari area jalan. Kepadatan perumahan menengah ditandai dengan daerah besar ruang terbuka taman di blok untuk kegiatan rekreasi masyarakat.1960 dan 1970-an, Kota Baru Canberra Rumah tidak lagi diletakkan di jalanan, melainkan di area jalan yang miring.

Jalan-jalan menyempit dan ditata dalam bentuk lengkung, dengan rollback trotoar dan tidak ada jalan setapak. Untuk pertama kalinya di ibu kota negara, menanam pohon asli menjadi fashionable. Sayangnya, rumput hampir hilang sama sekali dari taman depan. Karakter jalan berubah, bersama-sama dengan munculnya dinding batu bata beton atau blok, dan lapangan atap yang lebih rendah, menjadikan citra jalanan bergaya Inggris berubah menjadi gaya Australia.

1980-an dan 1990-an, Intensifikasi perkotaan Pengembangan pinggiran kota baru difokuskan pada pemanfaatan berkelanjutan tanah dan energi dengan perhatian yang lebih besar terhadap isu-isu orientasi dan tenaga matahari. Ukuran blok-blok dikurangi dan lanskap didominasi di jalan dan ruang terbuka ranah pinggiran kota.

Berkurangnya batas antara ruang publik dan ruangruang pribadi, adalah karakter terus-menerus dari area jalan. Area pejalan kaki lebih dekat dengan jalan daripada batas depan blok perumahan. Perencanaan untuk pinggiran kota tua yang dekat dengan pusat kota disediakan untuk perumahan yang padat dan apartemen kelas menengah. Mari bergabung bersama dalam sebuah gerakan untuk kita semua.

Mari menjadi bagian dari sebuah perubahan untuk menciptakan Bogor sebagai kota taman yang nyaman, aman, tenteram tanpa kecemasan. Bogor The Garden City Community Movement (BTGC2M).
(Penulis adalah pengusaha dan konsultan bidang Penelitian, Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat serta CSR)

 

Komentar Anda

Baca Juga