Beranda Metropolis

Jadi Minuman Fungsional yang Kaya Antioksidan

Teh yang diperoleh dari pengolahan daun teh dapat dikatakan sebagai pangan fungsional karena memiliki antioksidan yang tinggi, sifat hypocholesterolemic, dan sebagai antiobesitas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. “Saya menggunakan daun sirih merah karena daun ini dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Daun sirih merah memiliki warna merah yang khas pada bagian bawah daun, juga aroma khas sirih dan memiliki lendir yang sangat pahit,” jelas Kevin. Penelitian tentang daun sirih merah pun, kata Kevin, terus berkembang untuk meneliti kandungan yang berada di dalamnya. Ekstrak dan rebusan daun sirih merah dapat mematikan cendawan penyebab
sariawan, membantu mengeringkan luka, dan mengurangi rasa gatal-gatal di sekitar luka. “Selain itu, ekstrak daun sirih merah mampu menurunkan kadar glukosa darah yang telah diujicobakan pada tikus,” ungkapnya. Berdasarkan hasil penelitian Kevin, hasil seduhan formula teh daun sirih merah memiliki warna pudar hingga cokelat. Meskipun kandungan antioksidan teh daun sirih merah tidak setinggi daun teh hijau, kadar air pada teh daun sirih merah sudah memenuhi SNI yakni 4,00–5,75 persen. “Untuk dapat meningkatkan kandungan antioksidan pada sirih merah maka dapat ditambah daun teh ke dalam formulasi. Untuk penyimpanannya sendiri, bahan baku teh daun sirih merah sebaiknya tidak diletakkan di wadah yang transparan karena akan menurunkan kapasitas
antioksidan dari daun sirih merah itu sendiri,” jelas dia. Kevin pun berharap penelitiannya ini dapat memberikan nilai tambah pada daun sirih merah, yang selama ini hanya dimanfaatkan dalam bentuk air rebusan. Selain itu, Kevin berharap penelitiannya dapat menjadi tambahan informasi tentang kandungan teh daun sirih merah untuk masyarakat, pemerintah, dan perusahaan industri pangan. (*)

Baca Juga