Beranda Metropolis

Baranangsiang– Ciawi Rp7.000

tidak ada sharing atau dengar pendapat. Kami melihatnya stagnan. Tidak ada  kemajuan,” ucapnya.   Selain itu, sambung dia,  pemkot juga harus menjamin agar rerouting angkot bisa berjalan. Apalagi, tidak ada
kepastian soal subsidi yang diberikan oleh pemkot. “Kami minta jaminan bagaimana kalau subsidi tidak keluar. Kita tidak ingin nasibnya seperti PDJT, subsidi tidak ada, akhirnya karyawan tidak digaji,” tegasnya.   Sebab, ini akan berhubungan dengan rencana konversi tiga angkot menjadi satu bus.
Jangan sampai, rencana rerouting dan konversi yang tidak matang justru akan merugikan angkot. “Kami juga belum menentukan sikap soal program konversi dari angkot menjadi bus. Karena badan hukum yang sekarang memang terlihat setuju. Tetapi, ketika disuruh menjadi perintis,
langsung sembunyi semua. Apalagi, kaitan subsidi untuk konversi belum ada,” paparnya. Freddy mengakui, dalam seminggu pelaksanaan program rerouting   berisiko menurunkan pendapatan para sopir.  “Intinya, wali kota dan dishub harus beri jaminan kaitan kelanjutan rerouting,” tandasnya.(cr3/*)

Baca Juga