Beranda Olahraga Kickers

Nyonya Tua masih Berjaya

SCUDETTO BERUNTUN: Pemain Juventus mengangkat trofi juara, kemarin (22/5) dinihari.

TURIN–Raksasa Serie A Juventus mencatatkan rekor spesial. Si Nyonya Tua menjadi tim pertama yang bisa meraih scudetto enam kali secara beruntun. Kepastian juara Serie A musim ini setelah Juventus mengalahkan tim tamu Crotone dengan skor 3-0, Minggu (21/5) malam WIB.

Lebih spesial, Juventus memastikan scudetto musim ini di depan publik sendiri, Juventus Stadium. Selain itu, Paulo Dybala cs juga sudah juara meski masih tersisa satu laga.

Hingga giornata 37, Juventus mengemas 88 angka. Jumlah poin itu tak lagi bisa dikejar oleh AS Roma yang berada di peringkat kedua. Roma baru mengemas 84 angka.

Secara beruntun, La Vecchia Signora julukan lain Juventus meraih scudetto enam kali pada 2011-2012, 2012-2013, 2013-2014, 2014-2015, 2015-2016, dan 2016-2017. Total, Juventus telah meraih 32 scudetto (tidak termasuk dua gelar yang dicopot FIGC yakni pada 2004-2005 dan 2005-2006).

Sementara bagi Pelatih Massimiliano Allegri, dia mampu menyamai pencapaian pelatih sebelumnya, Antonio Conte, yang meraih scudetto bersama Juventus tiga kali beruntun. Allegri menggantikan Conte mulai Juni 2014 silam.

Ini menjadi gelar scudetto keempat bagi Allegri sebagai pelatih. Sebelumnya dia sekali mengantarkan AC Milan menjuarai Serie-A pada 2010-2011.

Bagi Juventus, gelar scudetto ini makin mendekatkan untuk meraih treble winners. Maklum saja, pada tengah pekan, mereka sudah menggondol trofi Coppa Italia 2016-2017. Artinya tinggal satu gelar lagi untuk bisa menyamai pencapaian Internazionale Milan pada 2009-2010.

Satu gelar yang masih dinanti adalah trofi Liga Champions. Juventusakan menghadapi Real Madrid pada laga final yang digelar di Stadion Millennium, Cardiff, pada Minggu (4/6) mendatang.

Direktur Juventus, Giuseppe Marotta, meyakini bahwa era kejayaan Juventus belum akan berakhir. Marotta menyebut bahwa Juventus akan terus melakukan upaya untuk memperkuat tim di setiap musim untuk mempertahan prestasi selama mungkin.

“Bursa transfer bukan hanya sekadar membeli trofi, tapi juga tak menjual investasi. Juventus tak akan melego para juara,” ucap Marotta kepada Mediaset Premium.(dkw/epr/jpg/jpnn)

Baca Juga