Beranda Pendidikan

YP Tiara Mandiri Adakan Pelepasan Siswa

KOnTRIBUSI: Kadisdik Kabupaten Bogor Tb Lutfie Syam memberikan ucapan selamat kepada perwakilan siswa dari SMP Mutiara Pertiwi.

CIBINONG – Yayasan Pendidikan Tiara Mandiri yang menaungi PAUD dan PKBM Mutiara Hati, SMP Mutiara Pertiwi, serta SMK Mutiara Insani, mengadakan pelepasan peserta didik tahun ajaran 2016- 2017 di Gedung Kesenian Pemda Cibinong, Sabtu (20/5).

Kepala Yayasan Mutiara Mandiri Srimulyanti menga- takan, untuk tahun ini Yayasan Tiara Mandiri melepas peserta didik untuk jenjang PAUD 25 siswa, Paket A 35, Paket B 86 dan Paket C 211, kemudian SMP 25 dan SMK
105 Siswa.

Lulusan SMK, lanjut Sri, hampir 80 persen sudah langsung bekerja karena pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor. Selain itu, pihak sekolah juga ada yang menjadi anggota Bursa Khusus Kerja (BKK) yang memudahkan siswa mendapatkan pekerjaan.

Ditambah, sekolah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bogor. “Alhamdulillah kami sangat bangga dan bersyukur, karena sekolah ini berawal dari PAUD yang di dirikan 2003 di rumah pribadi kami. Kemudian 2005 didirikan pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan semuanya sudah memiliki gedung sendiri,” kenang Sri.

Setelah itu, lanjut Sri, berdiri juga SMK pada 2010 dan SMP di 2015. Untuk tahun ini, SMK Mutiara Insani sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan yang terkait atas kerja sama dan bimbingannya sehingga kami bisa seperti ini,” tuturnya.

Sri juga berharap semua pihak dapat menyukseskan pendidikan khususnya di Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan tersbut, Kadisdik Kabupaten Bogor TB Lutfie Syam juga memberikan langsung Kartu Indonesia Pintar (KIS) kepada 37 siswa PKBM. Dalam sambutannya, Lutfie mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Mandiri yang ikut berkontribusi memajukan pendidikan di Kabupaten Bogor.

Lutfie juga berpesan kepada para orang tua agar bisa memberikan waktu dan perhatian terhadap anak, walaupun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. “Jangan menjadi alasan karena anak butuh sosok atau figur yang menjadi suri tauladannya,” tegas Lutfie.

Acara dimeriahkan penam- pilan kreasi siswa, di antaranya pembacaan Alquran, marawis, tari-tarian, dan penampilan band siswa. (ran/c)

 

Baca Juga