Beranda Metropolis

Pesta Rakyat Sambut Ramadan

BERBAGI
NGUBEK SITU: Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi muspida ikut meramaikan Pesta Rakyat Situ Gede, di Kelurahan Situ Gede, kemarin (21/5).

BOGOR–Warga Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, mempunyai cara berbeda menyambut Ramadan dan Hari Jadi ke-535 Bogor (HJB). Kemarin (21/5) mereka meng- gelar pesta rakyat tahunan dengan acara puncak Ngubek Situ Gede.

Masyarakat dari seluruh penjuru Kota Bogor tumpah ruah mendatangi Situ Gede. Tak hanya orang dewasa, sejumlah anak kecil juga terjun Ngubek Situ Gede. Bermodal saringan ikan sederhana, mereka mencari ikan di pinggir situ yang tidak terlalu dalam.

Sementara orang dewasa memanfaatkan perahu getek dan jala untuk mendapatkan ikan di tengah-tengah situ.

Salah satu peserta Ngubek Setu, Rahmat Saepulloh (50), mengaku sudah datang dari pukul 02.00 dini hari bersama dua temannya untuk ikut acara ini. Warga Kelurahan Sukaresmi itu memang hobi menjala ikan dan ia sudah mengikuti acara ini selama lima kali berturut- turut.

“Tadi turun jam setengah tujuh pagi, sekarang alhamdulillah sudah dapat hampir sepuluh kilo ikan,” ujarnya sembari menujukkan ikan hasil tangkapannya.

Dia sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selain bisa membuat masyarakat bergembira sembari berkumpul bersama. Tentunya, dari kegiatan ini membuat Situ Gede bisa lebih dikenal masyarakat luas karena merupakan satu-satunya situ yang berada di Kota Bogor. “Saya harap tahun depan bisa lebih baik dan meriah lagi acaranya,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Bima Arya mengatakan, kegiatan Ngubek Situ Gede semakin memperrsatukan dan menguatkan kebersamaan antarwarga. Ia berharap, ikan yang disebar lalu diambil warga dapat menjadi manfaat untuk dimasak dan dimakan bersama keluarga. Tak lupa, ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan, agar Kota Bogor bisa meraih penghargaan Adipura. “Di HJB ke-535 dan di bulan Ramadan ini, semoga kita semua diberi kesehatan, kekuatan dalam menjaga silaturahmi dan semakin sejahtera,” tandasnya.

Sejatinya, pesta rakyat yang digelar warga Kelurahan Situ Gede berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20- 21/5) dan ditutup dengan Ngubek Situ Gede.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Situ Gede Eman Sulaeman mengatakan, ngubek situ sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak zaman kolonial Belanda. Warga beramai-ramai nyebur ke situ untuk menangkap ikan. Dulu warga memanen ikan untuk makan sahur pertama puasa.  Namun, seiring berjalannya waktu, karena bulan puasa nyambung dengan Hari Jadi Bogor, maka tradisi tahunan ini dikaitkan pula dengan HJB,” papar Eman yang didampingi Lurah Situ Gede Achmad Dimyati.

Eman menyebutkan, di danau Situ Gede ini terdapat beragam jenis ikan konsumsi. Saat ngubek situ ini, selalu diikuti tidak hanya warga Kota Bogor tapi juga warga yang datang dari luar Bogor. Aneka jenis ikan seperti nila, emas, dan mujair ditebar di situ seluas 4,6 hektare itu. “Ada sekitar 4 ton ikan kita tebar,” kata Eman.

Eman yang juga ketua panitia Pesta Rakyat menyebutkan, penebaran ikan pertama pada bulan Februari lalu oleh Wali Kota Bogor dan jajaran muspida, dan penebaran ikan kedua sehari jelang ngubek situ.(wil/c)

 

Komentar Anda

Baca Juga