Beranda Metropolis

Meriahnya Kopdar Sabloner Bogor

BERBAGI
ANTUSIAS: Anggota Sabloner Bogor menunjukkan sejumlah teknik menyablon kemarin (21/5).

Terbentuk sejak Januari 2016, Komunitas Sabloner Bogor sukses membuktikan eksistensi mereka hingga kini. Beranggotakan mereka yang bergelut dengan
dunia sablon, garmen, konveksi hingga marketing, mereka rutin melakukan kopi darat (kopdar). Begitu pun dengan kopdar yang dihelat di Hancock Cafe kemarin (21/5). Menjadi berbeda, sebab kali ini komunitas sablon dari kota lain pun turut bergabung.

YANG namanya hobi, demi kopdar, jauh-jauh juga dijabani. Isi dompet menjadi nomor sekian. Terpenting bisa berkumpul dengan kawan-kawan yang selama ini tersebar di berbagai kota. Itu tergambar dalam acara kopdar Sabloner Bogor kemarin.

“Untuk kali pertama, komunitas sablon dari Bandung, Bekasi, Jogja, juga Bekasi memeriahkan Kopdar Sabloner Bogor,” ujar Ketua Sabloner Bogor Muhammad Satya Damar.

Kopdar kali ini, kata dia, sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Lantaran tidak hanya sekadar bersilaturahmi, tetapi juga diisi workshop kecil-kecilan, sambil bertukar ilmu sesama pegiat sablon.

“Kan biasanya sharing antarteman. Kalau sekarang mengundang mereka yang namanya sudah besar,” bebernya.

Selain workshop sharing, agar tidak bosan, panitia juga menyediakan kuis mengenai pengetahuan. “Ada live sablon juga, yakni memperagakan secara langsung teknik raster,” jelasnya.

Teknik ini merupakan teknik yang bermain di gradasi warna, bagaimana menggabungkan warna-warna berbeda menjadi satu kesatuan, namun tetap indah dipandang. Jadi, tampilan warna yang diinginkan menjadi lebih terlihat.

Dia menekankan agar anggotanya bisa terus berkreasi sesuai moto Sabloner Bogor, yang penting bergerak, jangan hanya diam, tapi tuangkan apa saja yang ada, ide apa pun. “Jadi, jangan hanya menunggu, menyerah. Oh, saya enggak punya modal, enggak punya ilmu. Tidak seperti itu. Kita harus ko- mitmen saling mengisi,” kata dia.

Ke depan, pihaknya berambisi untuk menjadikan Bogor sebagai tuan rumah perhelatan para pegiat sablon se-Indonesia. “Karena kita ingin membesarkan nama Bogor, baik di nasional maupun inter- nasional,” tandasnya.(*)

Baca Juga