Beranda Female

Makin Muda, Cepat Alami Blast

MEMASUKKAN anak sekolah terlalu dini, psikolog ternama Elly Risman mengibaratkan dengan menyemai benih kanker. Seram, ya? Menurutnya, otaknya belum siap. “Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar. Semakin muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami Blast (bored lonely afraid-angry stress tired),” jelasnya. Bahkan, lanjutnya, anak lebih rentan menjadi pelaku dan korban bullying, pronografi, juga kejahatan seksual.

Lalu jika ada pernyataan atau dalih orang tua bahwa anaknya ingin ikut kakaknya sekolah, bagaimana? Kata Elly, sekolah itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, karena memang ada anak yang mampu sekolah lebih cepat dari ketentuan umum yang berlaku. “Orang tua harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada di tangan orang tua, karena otak anak belum sempurna bersambungan,” tandasnya.

Seperti apa ciri anak memasuki masa teachable moment? Pertama, menunjukkan minat untuk sekolah. Kedua, minat tersebut bersifat menetap. Dan ciri ketiga, jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.

Lalu kapan sebaiknya anak masuk sekolah ? Elly menjelaskan, usia masuk kelompok TK A adalah anak berusia lima tahun, sedangkan kelompok TK B anak berusia enam tahun dan masuk usia SD ketika anak berusia tujuh tahun. “Di bawah usia lima tahun, anak tidak perlu sekolah,” pungkasnya.(pia)

 

 

Baca Juga