Beranda Female

Kurang dari 5 Tahun, Belum Bisa Main Bersama

BERBAGI

KETIKA anak dimasukkan ke sekolah, ada lagi anggapan orang tua pada umumnya. Misalnya, kata Elly, di sekolah mainan lebih lengkap. “Padahal, permainan paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreativitas anak dengan permainan yang siap pakai. Pakai karpet jadi mobil, panci jadi topi dan permainan kreatif lainnya,” tegasnya.

Lalu, ada lagi keyakinan umum, di sekolah kegiatan anak hanya bermain kok! “Tahukah ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah bundanya. Bermain dengan ayah bunda juga menciptakan kelekatan, misalnya bermain peran, bermain pura-pura, muka jelek dan petak umpet,” terang Elly.

Kemudian, jika ada keyakinan bahwa di sekolah anak belajar berbagi dan bersosialisasi, menurut Elly, anak kurang dari lima tahun belum saatnya belajar sosialisasi. Ia belum bisa bermain bersama. “Mereka baru bisa bermain bersama-sama. Bermain bersama-sama sama artinya bermain di waktu dan tempat yang sama, namun tidak berbagi mainan yang sama. Intinya mereka menggunakan mainan masing-masing. Sedangkan bermain bersama, bermain permainan yang membutuhkan berbagi mainan yang sama,” beber Elly.

Mengenai di sekolah anak belajar patuh pada aturan dan mengikuti instruksi, menurut Elly, aturan dan instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. “Jika di rumah ada aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yang harus anak ikuti? Apa yang dirasakan anak? Yang dirasakan pusing,” tandasnya.(pia)

Komentar Anda

Baca Juga