Beranda Metropolis

Jadikan TNI Milik Rakyat

BERI PENGHARGAAN: Dandim 0606 Kota Bogor Doddy Suhadiman memberikan piala kepada salah satu peserta lomba HUT Kodam III Siliwangi, kemarin (21/5).

BOGOR–Rangkaian kegiatan HUT ke–71 Kodam III Siliwangi mencapai puncaknya kemarin (21/5). Seluruh pemenang dari sederet mata lomba yang diper- lombakan kembali unjuk kebo- lehan di atas panggung.

Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Arm Doddy Suhadiman mengatakan, selama tiga minggu penyelenggaraan, ia melihat antusiasme masyarakat, khususnya pelajar, sungguh di luar ekspektasinya.

Mereka (para peserta, red) bisa menampilkan hal yang begitu baik dan luar biasa berkesan, khususnya pada lomba paduan suara dan wangsit Siliwangi.

“Kendala yang sangat terasa karena bertepatan dengan waktu ujian anak sekolah, paling berpengaruh. Mungkin kalau di luar waktu itu pesertanya bisa lebih banyak lagi,” kata Doddy.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh anggota TNI agar semakin mendekatkan diri dengan rakyat. Sebab, selain bagian dari rakyat, Kodam III Siliwangi juga kuat karena rakyat.

“Ke depan, mengenai lombanya, insyaallah, tahun depan perencanaan lebih matang dan berpengalaman akan disusun lagi. Minimal kegiatannya sama, namun waktu pelaksanaan dimajukan, sehingga tidak bertabrakan dengan ujian sekolah,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, hubungan TNI dengan masyarakat sudah sangat bagus. Namun, apa salahnya hubungan kedekatan ini ditingkatkan, salah satunya dengan kegiatan ini.

“Selain itu, yang menjadi sasaran kami adalah anak muda. Kita bekali dengan semacam bela negara, dan dalam waktu dekat akan kami undang anak sekolah untuk kegiatan bela negara yang dipadukan dengan matematika. Permainan matematika tapi ada muatan bela negara,” ungkapnya.

Mengapa kemudian matematika yang dipilih? Doddy menyebut, matematika dijadikan medianya, lalu di dalamnya disisipi semacam persoalan bela negara. Proses terbaru kini tengah dikembangkan antara Kodim 0606 dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

“Matematika identik dengan hal menyeramkan. Nah, kita akan mengubah bahwa matematika itu menarik, ada tantangan matematika yang dipadukan poin- poin bela negara. Sasarannya SMP dan SMP. Dalam waktu dekat setelah puasa, jadi inovasi baru juga,” tuturnya.(wil/c)

Baca Juga